China Klaim Segera Capai Herd Immunity Corona Akhir Tahun 2021
Reporter
Desi Kris
Editor
Yunan Helmy
25 - Aug - 2021, 05:41
INDONESIATIMES - Herd immunity atau kekebalan kelompok dari virus covid-19 adalah sesuatu yang didambakan oleh semua negara. Terkait hal ini, China yakin bahwa negaranya akan bisa mencapai herd immunity pada akhir tahun 2021.
Pakar pernapasan top China Zhong Nansan menyebut herd immunity bisa tercapai di akhir tahun karena diperkirakan 80 persen dari populasi di China sudah divaksin. Meskipun vaksin covid-19 menjadi kurang efektif 6 bulan setelah dosis pertama, herd immunity masih bisa terjadi dengan suntikan ke-3 atau booster.
Baca Juga : Ramai Kabar Vaksin Jadi Pemicu Badai Sitokin seperti yang Dialami Deddy Corbuzier, Ini Penjelasan IDI
"Pada tahap ini, kami yakin bahwa booster akan bisa memperkuat efikasi vaksin dan kami mengestimasi lebih dari 80% populasi akan divaksin pada akhir tahun ini," ujar Zhong dikutip melalui Bangkok Post. "Karena itulah kami berharap bahwa kami bisa mencapai herd immunity pada saat itu," tambahnya.
Vaksin asal China sendiri, menurut Zhong, memiliki efikasi sekitar 70 persen. Trial awal vaksin Sinovac diklaimnya menunjukkan peningkatan level antibodi 20 kali lipat jika orang diberi dosis ke-3 Sinovac dalam jangka waktu 9 bulan setelah menerima vaksin ke-2.
Kendati demikian, China masih belum mengumumkan kebijakan tentang dosis vaksin covid-19 ke-3. Kebanyakan warga di sana menerima vaksin lokal buatan Sinovac atau Sinopharm.
Mengenai covid-19 varian Delta, Zhong mengklaim vaksin covid-19 buatan China masih dapat memberi perlindungan meski tidak sama efektif. Dalam studi di Guangzhou, vaksin China 59% efektif mencegah infeksi dan 70% efektif dalam menangkal kasus skala moderat.
Baca Juga : Kota Madiun Masuk Level 4 Dalam Perpanjangan PPKM. Ini Sisa Pasien Yang Masih Dirawat
Zhong sendiri belum berkomentar apakah jika nanti China benar-benar mencapai herd immunity virus covid-19, maka relaksasi besar akan diberlakukan. Saat ini, strategi toleransi nol seperti lockdown masih diberlakukan di sana, terutama jika ada kasus baru virus covid-19 yang muncul kembali.
