Potret Indah Bupati Pamekasan Naik Sepeda Motor Roda Tiga Antarkan Paket Sembako kepada Warga
Reporter
khairul rozi
Editor
A Yahya
31 - Jul - 2021, 09:48
PAMEKASANTIMES - Bupati Pamekasan Baddrut Tamam seringkali menjadi perbincangan di sejumlah media sosial. Dia dianggap netizen sebagai sosok inspiratif yang mau turun ke lapangan untuk memberi bantuan langsung kepada rakyat yang membutuhkan.
Salah satunya potret Indah di atas motor roda tiga ketika ingin mengantar paket sembako menyisir rumah warga yang tidak mampu di Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (31/07/2021)
Baca Juga : Ingin Berlibur Bersama Keluarga, Surga Tersembunyi di Madiun ini Patut Jadi Pilihan
Pada kesempatan itu, Mas Tamam sapaan akrab Badrut Tamam mengendarai motor roda tiga dari Mandhapa Aghung Ronggosukowati sekitar pukul 09.30 WIB menuju beberapa titik di Desa Plakpak dengan menempuh jalan akses desa yang terjal dan berbatu.
Sejak pandemi Covid-19 melanda, orang nomer satu di Bumi Gerbang Salam ini seringkali blusukan tanpa pengawalan petugas untuk memastikan kondisi masyarakat di bawah. "Saya memang rutin turun seperti ini, kadang saya malam-malam ke masyarakat tanpa sepengetahuan siapa-siapa," katanya kepada sejumlah awak media.
Menurutnya, bantuan paket sembako yang didistribusikan kepada masyarakat di Pamekasan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah saat pemerintah pusat menerapkan PPKM.
Saat bertemu dengan warga, tokoh muda Nahdlatul Ulama itu seringkali berpesan untuk senantiasa bersyukur atas nikmat sehat yang telah Allah SWT berikan. Sebab, sehat merupakan nikmat Tuhan terbesar yang harus disyukuri. "Dalam kondisi sulit seperti sekarang, banyak orang sakit di sekitar kita, sehat itu luar biasa," tambahnya
Baca Juga : Rusak Ambulans dan Rebut Jenazah Covid-19, Polres Jember Tetapkan 3 Tersangka
Tak lupa ia juga mengimbau agar masyarakat senantiasa mematuhi protokol kesehatan (prokes) dengan cara memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas sebagai ikhtiar memutus mata rantai penyebaran Covid-19. "Jika sudah berikhtiar maksimal, selebihnya kita pasrahkan kepada Allah SWT," pungkasnya.
