Puluhan Nakes di Puskesmas Silo 2 Terpapar Covid-19, Dua di Antaranya Dokter
Reporter
Moh. Ali Mahrus
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
22 - Jul - 2021, 09:43
JEMBERTIMES – Penyebaran dan infeksi virus Covid-19 terus terjadi dan tidak terkendali. Tidak hanya warga biasa yang terkonfirmasi positif Covid-19, beberapa tenaga medis juga mulai ‘tumbang’. Terbaru 26 tenaga medis di Puskesmas Silo II Jember harus menjalani isoma setelah dinyatakan mengalami gejala virus Covid-19.
Hal ini disampaikan dr. Adi Widjaja selaku Kepala Puskesmas Silo II saat memberikan keterangan kepada wartawan. “Benar, awalnya hanya ada 13 orang yang terpapar Covid-19 pada Senin lalu, kemudian bertambah menjadi 26 pegawai, semua saat ini menjalani isoma di rumah masing-masing dan hanya 1 yang menjalani perawatan di rumah sakit karena mengalami gejala sesak nafas,” ujar Adi Widjaja Kamis (22/7/2021).
Baca Juga : Nadivit, Susu Colostrum Terbaik untuk Pengobatan Saraf Kejepit
Adi menambahkan, rincian dari 26 tenaga kesehatan yang menjalani isoman rinciannya adalah 19 orang terdiri dari tenaga kesehatan, mulai dari dokter, perawat, bidan dan tujuh orang dari bagian administrasi.
Bahkan, hari ini, kata dia, sudah ada empat orang yang juga sakit dengan gejala yang sama. Namun, masih belum dilakukan tes swab pada mereka. “Namun belum tentu Covid-19 mereka,” ucap dia.
Adi tidak mengerti dari mana penularan virus tersebut. Sebab para pegawai itu melayani banyak pasien yang datang. “Tidak tau dari mana petugas. petugas juga sudah pakai APD,” ucap dia.
Akibat dari kejadian ini pelayanan di Puskesmas Silo II hanya diperuntukkan bagi IGD, poli kesehatan ibu dan anak dan poli Balat Pengobatan (BP). “Ini masih koordinasi dengan Dinkes,” ujar dia.
Adi mengaku para Nakes itu mendapat dukungan beberapa obat dan mulitivatimin. Namun, belum mendapat dukungan obat antivirus. “Kalau antivirus masih belum,” pungkasnya dia.
Baca Juga : Pengendalian Covid-19 di Kota Malang, Penguatan Testing dan Tracing di Skala PPKM Mikro
Selain tenaga medis dari Puskesmas Silo II, hal yang sama juga terjadi di Rumah Sakit Paru Jember, bahkan salah satu tenaga medis di rumah sakit milik provinsi ini ada yang gugur. “Memang benar ada 1 tenaga medis di rumah sakit kami yang gugur setelah tes usapnya terkonfirmasi positif dan menjalani perawatan di ruang isolasi khusus sejak 8 Juli lalu,” ujar Plt. Direktur RS Paru Jember dr. Sigit Kusuma.
Bahkan sejak Januari hingga pertengahan Juli 2021, jumlah tenaga medis di RS Paru sudah mencapai 37 tenaga medis yang terpapar Covid-19. “Saat ini ada 4 yang masih menjalani perawatan di ruang isolasi khusus, sisanya sudah mulai sembuh,” pungkas dr. Sigit. (*)
