Cerita Pedagang Selama PPKM Darurat, Ada yang Laris Manis hingga Pilih Tak Berjualan Sementara
Reporter
Bramastyo Dhieka Anugerah
Editor
Pipit Anggraeni
08 - Jul - 2021, 08:26
LUMAJANGTIMES - Pelaksanaan PPKM Darurat di Lumajang nampaknya direspon beragam oleh masyarakat. Di satu sisi, ada yang merasa berat karena para pedagang yang biasa berjualan malam hingga dini hari tak bisa mengais rezeki lebih banyak. Adapula yang merasa PPKM tidak begitu berdampak, justru malah laris dan dagangannya habis.
Amran Alfiansyah, pedagang tahu petis di kawasan Jalan Panjaitan Lumajang mengatakan jika dagangannya tidak terpengaruh oleh PPKM. Lapaknya dibuka dari pukul 13.00 WIB hingga 20.00 WIB, dan selalu habis sebelum jam penutupan.
Baca Juga : Sinopsis Ikatan Cinta 8 Juli 2021, Al Peringatkan Nino Agar Tidak Menggangu Keluarganya
"Alhamdulillah, di sini ramainya sore dan malam menjelang isya," kata Amran, Kamis (8/7/2021).
Sementara itu, tidak jauh dari lapak Amran yang berjarak 200 meter ke utara tepatnya di kawasan Adipura, sebagian pedagang lalapan memilih untuk tidak buka.
Dijelaskan oleh Muhammad Rizky yang sehari-hari bekerja sebagai duplikator kunci jika pedagang makanan biasanya buka setelah maghrib sampai pukul 24.00 WIB. Namun, pemberlakuan PPKM membuat para pedagang memilih tidak buka daripada tidak balik modal.
"Daripada tidak balik modal, mending sekalian tidak buka," jelas Rizky.
Baca Juga : Percepatan Vaksinasi, Kota Malang Tangguhkan Sementara Vaksin Dosis ke-2
Saat ini, masih kata Rizky, pedagang yang menutup warungnya hidup dari tabungan sampai PPKM di Lumajang berakhir tanggal 20 Juli.
Dari informasi yang dihimpun Jatimtimes.com, masih banyak pedagang di sekitar Lumajang Kota belum sepenuhnya tutup seperti warung kopi dan tempat nongkrong anak-anak muda, sehingga petugas melakukan swab di tempat.
