Terkait Video Gus Idris, Polres Malang Koordinasi dengan Subdit Cyber Polda Jatim

05 - Mar - 2021, 02:09

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar (paling kiri) saat berkoordinasi dengan Kapolsek Ngajum AKP Ainun Djariah (kanan depan) terkait video Gus Idris (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)


MALANGTIMES - Polres Malang telah berkoordinasi dengan Subdit Cyber Polda Jawa Timur (Jatim) terkait viralnya video ulama muda yang sekaligus Youtuber Idris Al-Marbawy.

Publik dihebohkan dengan video yang diunggah akun YouTube Gus Idris Official pada Senin (1/3/2021). Dalam video itu, pria yang akrab disapa Gus Idris itu terlihat tertembak oleh orang tak dikenal.

Baca Juga : Hujan Deras Seharian, Salah Satu Rumah Warga Ambrol di Mergosono

Hal itu pun membuat penonton di YouTube terlihat heboh, karena sebelumnya Gus Idris sendiri dikenal sebagai tokoh agama yang memerangi orang yang mendalami ilmu hitam.

Akan tetapi, video yang dibuat tim Gus Idris itu justru hanya rekayasa alias hanya untuk mengejar jumlah penonton pada akun YouTube yang dimilikinya. Sehingga Polda Jatim hingga Polres Malang turun tangan terkait kejadian ini.

“Saat ini kami sedang koordinasi dengan Subdit Cyber di Polda (Jatim), kemudian kami juga sedang dalami lebih lanjut apakah ada unsur pidana yang dilakukan mereka ini karena meng-upload berita yang membuat kegaduhan,” ungkap Kapolres Malang AKBP Hendri Umar.

Dalam hal ini, Hendri telah memeriksa beberapa orang yang terlibat dalam pembuatan video tersebut, termasuk Gus Idris dan juru bicaranya Ian Firdaus.

“Mulai dari Gus Idris sampai juru bicaranya yang bernama Ian Firdaus. Kemudian beberapa santri yang meng-upload berita di akun Gus Idris Official juga sudah kami ambil keterangannya,” kata Hendri.

Baca Juga : Mutasi B117 Masuk ke Indonesia, Gubernur Khofifah: Tak Mengurangi Efektivitas Vaksin

Bahkan, empat orang santri yang mengunggah pertama kalinya kabar penembakan di akun Gus Idris Official juga tidak luput dari pemeriksaan.

“Saksi yang sudah kami ambil keterangannya ada 6 orang di antaranya Gus Idris, Juru Bicara, dan 4 orang santri,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk perkembangan dari kejadian tersebut Hendri mengaku akan menyampaikan jika hasil penyidikan telah keluar. “Nanti perkembangannya akan kami infokan kepada teman-teman media apakah ini merupakan tindakan pidana atau hanya pelanggaran biasa saja,” pungkasnya.


Topik

Hukum dan Kriminalitas, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette