Sering Dijadikan Parkir Tronton, Jalan Jurusan Kantor Camat Tumbuh Pohon Pisang
Reporter
Moh. Ali Mahrus
Editor
Pipit Anggraeni
16 - Feb - 2021, 03:01
JEMBERTIMES - Kondisi jalan di Desa Sidomekar yang menghubungkan kantor Kecamatan Semboro terutama di lingkungan Kamardikan mengalami kerusakan parah. Ironisnya, meski sudah rusak dan sudah hampir 4 tahun ini tidak ada perbaikan namun masih saja menjadi tempat parkir kendaraan besar seperti truk tronton.
Akibatnya, warga yang jengkel berinisiatif menanam pohon pisang. Selain agar kendaraan besar tidak lewat, juga sebagai rambu pengendara agar tidak terperosok ke lubang jalan yang rata-rata kedalamannya mencapai 6 hingga 8 centimeter.
Baca Juga : Sehari, Petugas Pemadam Kebakaran Kota Malang Evakuasi 3 Ular
“Sudah 4 tahun ini kondisi jalan rusak tidak ada perbaikan dari pemerintah, malah sekarang sering dijadikan tempat parkir kendaraan besar, makanya kami semalaman lembur menanam pohon pisang di jalan yang rusak, untuk rambu-rambu bagi pengendara agar tidak terperosok,” ujar Sukir warga sekitar.
Tidak hanya jalan yang menuju kantor Kecamatan, jalan penghubung antara Desa Sidomekar Kecamatan Semboro dengan Desa Paleran Kecamatan Umbulsari, tepatnya di Dusun Besuki, kondisinya juga mengalami hal yang sama.
Jalur alternatif yang menghubungkan dua kecamatan tersebut juga mengalami kerusakan. Warga khawatir jika tidak segera diperbaiki, tidak menutup kemungkinan kerusakan jalan akan semakin parah. Terlebih tidak lama lagi musim tebang tebu, tentu jalan tersebut akan dilalui oleh truk pengangkut tebu.
“Dulu hampir puluhan tahun tidak diperbaiki, terus sekitar 4 tahun lalu diperbaiki dan bagus, tapi setelah itu belum ada perbaikan lagi, sehingga sekarang rusak lagi,” ujar Sumar warga lainnya.
Baca Juga : Penjual Rujak di Tulungagung Ini Ditemukan Meninggal Posisi Sujud
Warga berharap, setelah adanya pelantikan Bupati yang baru nanti, kondisi jalan bisa menjadi perhatian utama pemerintah kabupaten yang baru. Karena infrastruktur jalan merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
