Selain Tingkatkan IPM, PKBM Diharapkan Tekan Pernikahan Anak di Lumajang
Reporter
moh. imron
Editor
Moch. R. Abdul Fatah
04 - Feb - 2021, 03:28
LUMAJANGTIMES - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Lumajang ditenggarai belum menunjukkan kenaikan secara signifikan. Hal ini menjadi cambuk bagi Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk meningkatkan IPM di tahun ini dengan melakukan berbagai terobosan.
Salah satunya dengan mengadakan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Penasehat Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sakinah Kabupaten Lumajang, Musfarinah Thoriq menyebut, dua tahun mulai tahun 2019 hingga tahun 2020 dibeberapa Kecamatan sudah melaksanakan program Gempita Desa.
Baca Juga : Pimpinan Dewan Minta Banmus Jadwalkan Paripurna Istimewa Pelantikan Made Swastiko
"Sudah sangat terlihat kebersamaannya terkait program Gempita Desa yang sudah diinisiasi dan dilaunching oleh pemerintah," katanya saat memberi arahan dalam rapat PKBM Kabupaten Lumajang bersama Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah se-Kabupaten Lumajang, di Aula Panti PKK Kabupaten Lumajang, Rabu (3/2).
Musfarinah terus mendorong agar Gempita Desa maupun PKBM terus berjalan sehingga IPM kabupaten Lumajang merangkah naik dan dapat bersanding dengan Kabupaten lainnya.
"Kita merupakan salah satu bagian kunci bagaimana masyarakat yang belum mendapatkan akses pendidikan harus mendapatkan akses pendidikan. Mengingat sekolah formal ada batasan usianya, namun di PKBM ini tidak ada batasan usia," jelasnya.
Selain memberikan pendidikan kepada masyarakat, PKBM diharapkan juga melakukan sosialisasi dampak pernikahan anak yang masih terjadi di kalangan masyarakat.
Baca Juga : Sinergi dengan SMAN 1 Blitar, Unisba Sukses Gelar Exploring Australian Culture
"Di Kabupaten Lumajang juga angka pernikahan anak masih banyak, sehingga harapannya PKBM ini dapat menurunkan angka pernikahan anak," harapnya.
