Program Vaksinasi Banyuwangi Capai 70 Persen

Reporter

Nurhadi Joyo

Editor

Dede Nana

02 - Feb - 2021, 02:48

dr Widji Lestariono, Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi (paling kiri) saar rapat di Posko Satgas Penanganan Covid 19 Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim Times


BANYUWANGITIMES - Pelaksanaan program vaksinasi Sinovac Kabupaten Banyuwangi dalam data yang dirilis oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) sempat menempati urutan 4 besar dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur (Jatim). 

Urutan Kabupaten Banyuwangi setelah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Gresik yang lebih awal menjalankan program vaksinasi.

Baca Juga : Januari 2021, Kota Malang Alami Inflasi 0,06 Persen, Terendah di Jatim

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuwangi dr Widji Lestariono, seusai rapat koordinasi di Posko Satgas Penanganan Covid 19 Banyuwangi, Senin (1/2/2021) mengungkapkan, berdasarkan rilis terakhir Kemenkes RI Banyuwangi menempati urutan keenam. Namun angka yang dirilis tersebut belum menggambarkan kondisi yang sesungguhnya karena sebagian kabupaten/kota terkendala regristrasi dalam sistem sehingga vaksinasi yang dicatat secara manual belum masuk.

“Registrasi yang melalui sistem ternyata banyak kendala sehingga Kemenkes memberikan instruksi untuk kabupaten/kota yang terkendala dengan sistem boleh dilakukan secara manual. Sehingga angka yang dirilis dari Kemenkes belum menggambarkan angka yang sebenarnya,” jelas pejabat yang disapa dr Rio tersebut.

Alumni Unair Surabaya itu menuturkan, program vaksinasi di Banyuwangi saat ini mencapai sekitar 70 persen dari 6.153 orang yang teregristrasi dan tereliminasi dalam tahap awal.

Adapun penjelasan tereliminasi seperti yang tertera di dalam kolom rilis ada “tunda vaksin “, karena ketika ditensi kurang 140/90. Selanjutnya apabila setelah dites ulang di meja dua, tensinya memenuhi syarat maka yang bersangkutan berhak mendapatkan vaksin. 

Sedangkan kekurangan karena dalam kolom ada kalimat “batal vaksin” karena orang tersebut pernah terkonfirmasi positif Covid-19 dan yang alergi terhadap obat sehingga tidak boleh disuntik vaksin.

Baca Juga : Menolak Divaksin, Akses Publik Akan Dibatasi

dr Rio menambahkan, saat ini vaksin sebanyak 5.880 untuk dosis kedua dan menutup kekurangan dosis yang pertama. Dengan catatan mereka yang sudah mendapatkan dosis pertama dipastikan mendapatkan dosis kedua. Karena masih ada kekurangan dijanjikan dalam waktu dekat akan segera dikirim.

”Saat ini vaksin dosis kedua sudah datang di kamar vaksin Dinkes Banyuwangi. Dan akan didistribusikan ke semua fasilitas kesehatan (Faskes) yang melayani vaksin di Banyuwangi pada Selasa (2/2/2021),” tutur dr Rio mengakhiri wawancara.

 


Topik

Kesehatan, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette