Sepi Kunjungan, Pemandu Wisata di Bondowoso Banting Setir Jualan Online
Reporter
Abror Rosi
Editor
A Yahya
24 - Jan - 2021, 01:11
BONDOWOSOTIMES - Sektor wisata sangat terdampak wabah Covid-19 yang hampir setahun melanda negeri ini. Kondisi ini juga diraskan oleh para pemandu wisata di Kabupaten Bondowoso.
Meski telah diterapkan kebijakan New Normal dengan membuka kembali wisata dengan menerapkan protokol kesehatan, tak membuat sektor ini kembali normal.
Baca Juga : Dukung Pengembangan Seni Budaya, Perpustakaan Bung Karno Bangun Gedung Teater
Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Bondowoso, Slamet Riyadi mengatakan, sudah hampir satu tahun pemandu wisata tidak bekerja. "Pemandu wisata tidak bekerja sejak bulan dua atau sejak Februari 2020. Sudah hampir 1 tahun. Iya hampir satu tahun," katanya, Sabtu (23/1/2020).
Menurutnya, anggota HPI Bondowoso yang terdaftar sekitar 35 anggota. Sebagian ada yang spesialis memandu wisatawan mancanegara. Ada juga yang melayani tamu domestik.
Slamet melanjutkan, ada juga yang memang per lokasi atau zonasi. Serta overland, yakni mereka tamunya berangkat dari Jakarta kemudian finish-nya bisa di Bali atau Lombok. "Yang lebih sangat terdampak memang yang mengkhususkan diri ke tamu-tamu mancanegara dan overland. Overland biasanya trip panjang," terangnya.
Apalagi saat ini kunjungan atau wisatawan dari mancanegara memang tidak diperbolehkan. Bahkan dari luar kota pun juga jarang. Sehingga tak ada pelancong luar negeri yang datang untuk menikmati wisata alam di Kawasan Kecamatan Ijen Bondowoso. Termasuk wisata primadona Kawah Ijen pun sepi pengunjung.
Namun demikian, di beberapa objek wisata masih ada pemandu. Tetapi sudah sangat berkurang, karena tamunya memang sedikit. "Perbandingannya kalau biasanya 100 tamunya, yang datang hanya 40 bahkan hanya 30 persennya saja," ungkapnya.
Akibat kondisi itu, kata dia, para pemandu wisata banting setir untuk bisa bertahan hidup, dengan membuka usaha. "Buka usaha katering dan sebagainya. Berubah arus kegiatannya. Ada juga yang bertani dan jualan online," jelasnya.
Baca Juga : Curi Motor, Sepasang Kekasih Digelandang Polisi
Mewakili semua pemandu wisata, Slamet berharap wisata segera pulih. Walaupun pemandu tidak secara otomatis langsung bekerja. Tetapi minimal perekonomian masyarakat yang bergerak di bidang pariwisata mulai ada perubahan. "Kemudian kami berharap tamu-tamu baik domestik maupun asing seperti semula sebelum ada pandemi," harapnya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Seksi Konservasi BKSDA Wilayah V, Purwanto mengatakan, wisatawan yang ke Kawah Ijen hanya berjumlah puluhan.
“Sebelum pandemi bervariasi jumlah wisatawan. Bahkan 2019 bisa lebih dari 500 orang. Kalau sekarang ini kondisinya bisa dikatakan turun drastis. Maksimal sekitar 50 orang,” katanya.
Akibat Traffic pengunjung ke sejumlah wisata di Bondowoso belum normal. Pemandu wisata banyak yang tak dapat Job. Apalagi yang mengkhususkan untuk memandu pelancong dari luar negeri.
