Tanggul Kali Konto Longsor Sepanjang 20 Meter, Pemukiman Warga Terancam
Reporter
Adi Rosul
Editor
Yunan Helmy
20 - Jan - 2021, 06:18
JOMBANGTIMES - Tanggul Kali Konto di Jombang longsor sepanjang 20 meter. Tanggul yang semakin kritis itu dikhawatirkan warga bisa menyebabkan air meluap ke pemukiman warga.
Tanggul Kali Konto yang kritis ini berada di Dusun Gondanglegi, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang. Pantauan wartawan di lokasi, terlihat bagian tepi tanggul tergerus aliran air Kali Konto. Jadi, terlihat bagian tanah di tepi tanggul longsor ke dalam sungai.
Baca Juga : 8 Jam Pencarian Korban Hanyut di Sungai Bango belum Ditemukan
Warga sekitar tanggul, Supeno (45), mengatakan, tanggul tersebut tergerus aliran air setelah hujan deras terjadi belakangan ini. Hujan mengakibatkan debit air Kali Konto cukup tinggi dan aliran air cukup deras. "Longsor karena tergerus air sungai," tandasnya saat diwawancarai wartawan di lokasi, Rabu (20/01).
Oleh karena itu, Supeno khawatir bila tanggul Kali Konto terus tergerus, akan membuat air meluap ke pemukiman warga. Terlebih lagi kalau wilayah Gunung Kelud juga diguyur hujan.
Kali Konto ini merupakan aliran sungai yang hulunya berasal dari Gunung Kelud di Kabupaten Kediri. "Sebenarnya khawatir kalau longsor itu. Khawatirnya masuk kampung kalau Kelud terus terusan diguyur hujan sana," ujarnya.
Kepala Dusun Gondangmanis Sukiyat menerangkan, tanggul Kali Konto yang longsor sudah sepanjang 20 meter. Sedangkan luas tanggul yang lonsor mencapai 8 meter. Tanggul yang memiliki lebar 11 merer itu, kini tinggal menyisakan lebar 3 meter. "Ada dua titik yang terkikis. Abrasi ini terjadi sejak 7 Januari lalu," terangnya.
Tentunya hal ini cukup mengkhawatirkan lantaran mengancam pemukiman penduduk. Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penanggulangan tanggul.
Baca Juga : Benteng Vastenburg di Solo Dirombak Jadi RS Darurat Covid-19
Sukiyat berharap tanggul segera bisa dibenahi agar tidak mengancam pemukiman penduduk. "Ini kurang lebih sekitar 20 meter. Kami ke dinas terkait sudah. Koordinasi dengan kades sudah. Kami minta untuk segera ditangani. Kami mau kerjakan gotong royong tapi takut debit air yang ada," kata Sukiyat.
