Gelar Wisuda Ke-16, IAIDA Blokagung Siap Alih Status Jadi Universitas
Reporter
Nurhadi Joyo
Editor
Yunan Helmy
28 - Dec - 2020, 03:42
Pandemi covid-19 tidak menghalangi semangat civitas akademika Istitut Agama Islam Darussalam (IAIDA) Blokagung Banyuwangi untuk mendukung mahasiswa berprestasi.
Karena itu, AIDA memberikan beasiswa kepada 75 mahasiswa dan merekomendasikan serta mendampingi mahasiswa dalam mengurus beasiswa covid 19 dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi dan beasiswa KIP dari Kementerian Agama.
Baca Juga : 79 Mahasiswa Terima Beasiswa Pemkot Batu, Tiga Kuliah di Luar Negeri
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Rektor Institut Agama Islam Darussalam (IAIDA) Blokagung Banyuwangi KH Ahmad Munib Syafa’at dalam acara wisuda ke-16 di halaman kantor pusat IAIDA Blokagung, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, Minggu (27/12).
“Kondisi saat ini memprihatinkan. Ada banyak yang terdampak covid-19, khususnya dalam bidang ekonomi. Di antaranya adalah wali mahasiswa. Maka kami memberikan bantuan pada 75 mahasiswa terkait beasiswa covid 19 dari Pemkab. Banyuwangi dan 10 mahasiswa yang kami bantu mengurus beasiswa KIP dari Kemenag. Mereka semua berhasil mendapatkan beasiswa tersebut," jelas alumnus Universitas al-Ahgaff Yaman itu.
Selanjutnya Gus Munib menuturkan saat ini pandemi wabah covid-19 belum berakhir. Sehingga dia mengajak tamu undangan dan wisudawan berdoa bersama agar pandemi covid 19 ini segera berakhir.
“Semoga pengasuh Pesantren Darussalam Blokagung, civitas akademika IAIDA Blokagung, wisudawan dan wali wisudawan senanatiasa diberi kesehatan dan keselamatan oleh Allah SWT. Mendapatkan ilmu manfaat dan barokah, serta mampu terus mendarmabaktikan keilmuan yang dimiliki untuk syiar agama dan turut berkontribusi pada kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” imbuh rektor IAIDA yang saat ini tengah menyelesaikan tahapan ujian disertasi program doktor di Universitas Jember tersebut.
Sementara prosesi wisuda IAIDA Blokagung Banyuwangi digelar dengan mematuhi dan disipilin menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Itu sebagai bagian dari upaya mendukung pemeritah dalam meminimalisasi kerumunan massa dalam mencegah dan menanggulangi penyebaran Covid 19.
Panitia mewajibkan wisudawan dan tamu undangan untuk mematuhi protokol kesehatan antara lain dengan memakai masker, face shield, menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer serta menjaga jarak. Selain itu, panitia juga memeriksa suhu tubuh tamu undangan dan wisudawan sebeleum masuk lokasi acara dan mewajibkan wisudawan menunjukkan surat keterangan sehat.
Hal yang menarik pada wisuda ke-16 IAIDA tersebut adalah adanya kabar gembira. Yakni dalam masa pandemi, ada 5 dosen yang telah menyelesaikan program foktor. Kemudan ada 5 dosen yang sedang berjuang menyelesaikan tahapan ujian program doktor. Hal tersebut menjadi motivasi bagi civitas akademika IAIDA Blokagung dalam memenuhi target yang ditetapkan pada tahun 2021, yakni alih status menjadi universitas.
Baca Juga : Kisah Inspiratif Kades Serang Dwi Handoko, Menuntut Ilmu Tak Pandang Usia
Sementara Drs Eko Budiywono MH, wakil rektor bidang akademik, penelitian dan pengembangan lembaga, mengungkapkan ketua senat IAIDA Blokagung beberapa waktu yang lalu mengimbau pada dosen yang bergelar magister segera meningkatkan kompetensinya menempuh pendidikan doktor sesuai dengan bidang keahlian dan keminatannya.
“Ketua senat IAIDA sangat senang saat ini IAIDA alhamdulillah telah punya 5 doktor dan 5 kandidat doktor yang tengah menyelesaikan tahapan ujian program doktor. Beliau juga mengimbau kepada seluruh dosen yang saat ini masih bergelar magister untuk meneruskan ke program doktor, karena sesuai target insya Allah tahun 2021 IAIDA alih status dari institut menjadi universitas,” jelasnya.
Dia menambahankan saat ini total mahasiswa IAIDA Blokagung aktif 1.530 orang dan tahun ini sedang berproses membuka program strata (S) 2 jurusan dan menuju perubahan status dari institut ke universitas. Sekarang ini juga sudah mulai dibangun kampus kedua seluas 4,5 hektare yang akan dibangun 19 lokal di tahap awal yag terdiri ruang belajar, perpustakaan dan ruang rektorat.
