Pasien Covid-19 Penuh, RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar Dirikan Dua Tenda Darurat

25 - Dec - 2020, 08:01

Dua tenda darurat didirikan RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar


Dua tenda darurat didirikan oleh RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar untuk mengatasi antrean pasien suspek Covid-19. Ya, dua tenda darurat tersebut dipasang karena lonjakan kasus baru Covid-19 selalu menimbulkan antrean pasien suspek di rumah sakit plat merah itu. 

Bahkan ketika IGD telah penuh para pasien terpaksa mengantre di lorong dan selasar rumah sakit. 

Baca Juga : Polres Malang Kerahkan 300 Personel untuk Sterilisasi dan Pengamanan Gereja

Wakil Direktur Pelayanan dan Penunjang RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, dr Herya Putra mengungkapkan, sebagai rumah sakit rujukan pihaknya tidak bisa menolak pasien meski kamar sudah penuh. Rumah sakit harus tetap memberikan pelayanan apapun kondisinya. Mereka yang datang sendiri maupun datang karena rujukan harus ditangani dan diobservasi sampai hasil swab keluar. 

“Kami antisipasi antrean dengan bantuan tenda dari BPBD karena jumlah pasien dari waktu ke waktu datangnya tidak hanya dari rujukan. Mereka datang secara pribadi karena ada gejala. Sebagai rumah sakit rujukan kami tidak bisa menolak, mereka harus tetap diobservasi sampai hasil swab keluar. Sering kali di ruang isolasi khusus untuk pasien suspek itu penuh jadi mereka yang masih suspek harus menunggu dan menumpuk di IGD. Nah karena IGD belum begitu luas akhirnya berjubel sampai ke lorong masuk. Bahkan kami sudah tutup teras tapi sekarang sudah tidak cukup," terang Herya, Jumat (25/12/2020).

Dikatakanya, tenda tersebut tidak bisa langsung dimanfaatkan. Karena pihaknya masih harus mengatur penerangan, lantai dan peralatan lain yang dibutuhkan agar pasien nyaman berada di dalam tenda. 

“Perlu diatur agar pasien merasa nyaman,” imbuhnya. 

Baca Juga : Berangkat Cari Keong, Pemuda di Tulungagung Ini Pulang Tanpa Nyawa

Sekedar diketahui, total bed di ruang isolasi RSUD Mardi Waluyo ada sebanyak 35. Jumlah ini telah ditingkatkan dari yang tadinya hanya berjumlah 23 bed saja. Sehingga tidak bisa dinaikkan lagi. 

Sementara data all new record per Kamis (24/12/ 2020),  pasien terkonfirmasi positif di Kota Blitar jumlah akumulatifnya sebanyak 521.  Dari jumlah tersebut 450 pasien dinyatakan sembuh dan 27 orang meninggal dunia. 


Topik

Peristiwa, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette