Sambut PTM 2021, Dikbud Bondowoso Minta Sekolah Siapkan Sarpras Sesuai Prokes

Reporter

Abror Rosi

Editor

Yunan Helmy

24 - Dec - 2020, 12:45

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso Haeriyah. (Foto: Abror Rosi-JatimTimes)


Menyambut pembelajaran tatap muka (PTM)  2021, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bondowoso meminta kepada sekolah untuk menyiapkan sarana dan prasarana sesuai dengan protokol kesehatan covid-19. Baik sarana di lingkungan sekolah atau yang dapat dimanfaatkan oleh para guru dan siswa.

“Mulai dari pengadaan thermogun untuk mengukur suhu, pembelian masker, penyediaan tempat cuci tangan dan mungkin juga menyediakan handsanitizer,” kata Plt Kepala Disdikbud Bondowoso Haeriyah Yulianti SSos saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Rabu (23/12/2020).

Baca Juga : Ingin Sekolah Gratis di SMK Nusantara, Ini Persyaratannya?

Termasuk juga penataan ruang kelas, seperti tempat duduk siswa harus sesuai dengan protokol kesehatan. Sehingga, jaga jarak tetap bisa dilaksanakan. “Bagaimana tata cara guru dalam menyampaikan pembelajaran itu juga harus sudah dipersiapkan,” urainya.

Haeriyah mengaku bahwa hal tersebut sudah pernah disampaikan beberapa waktu lalu kepada para guru melalui korwil (koordinator wilayah).

“Kami sudah sampaikan itu bahwa sekolah harus sudah bisa mempersiapkan pembelajaran tatap muka itu. Ketika sudah bisa dilaksanakan, maka kita tinggal bisa melaksanakan saja, tidak lagi perlu mempersiapkan lagi karena sudah dipersiapkan jauh-jauh sebelumnya,” terangnya.

Ia menjelaskan, Kemendikbud beberapa waktu lalu telah menyampaikan PTM bisa dilaksanakan di awal tahun 2021. Akan tetapi hal itu juga bergantung kepada kebijakan Kepala Daerah dan juga harus ada izin dari wali murid.

“Karena memang tidak ada paksaan bagi siswa ketika orang tuanya tidak mengizinkan untuk proses pembelajaran tatap muka. Maka itu bisa dilakukan secara daring,” jelasnya.

Haeriyah pun mengaku bahwa sebelumnya pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19 Bondowoso terkait uji coba pelaksanaan PTM kepada lima sekolah yakni, SMPN 1, SMPN 3, SMP Wringin, SMP 1 Prajekan dan SMP 2 Maesan. Namun, mengingat perkembangan covid-19 kian meningkat, maka pelaksanaan PTM ditunda.

“Karena perkembangan covid-19 di Bondowoso memang masih terus meningkat, sehingga kita meninjau kembali pelaksanaan uji coba itu,” katanya.

Baca Juga : FIFGROUP Gelar Program EXPLORE bagi Siswa Siswi Medan dan Semarang

Kalau memang kondisi di Kota Tape ini benar aman dari covid-19, Disdikbud akan melakukan pembelajaran tatap muka. Hal itu pun sesuai dengan permohonan dari wali murid. “Karena memang sudah banyak permintaan dari wali murid untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka,” tambahnya.

Akan tetapi, pihaknya harus pula mempertimbangkan keselamatan siswa dan juga para guru ketika PTM itu dilaksanakan. “Kita juga harus mempertimbangkan banyak hal. Jadi, ketika situasi belum memungkinkan, maka PTM itu kita tunda dulu,” terangnya.

Namun ketika situasi sudah memungkinkan untuk menerapkan PTM, Disdikbud akan uji coba PTM di lima sekolah tersebut.

“Untuk awal memang iya. Ketika sudah aman, maka akan diikuti oleh lembaga yang lain. Perlu memang untuk uji coba, tidak bisa kita lantas memberlakukan secara masal,” ungkapnya. “Mengingat perkembangan covid-19 yang tak pasang surut. Yang sebelumnya Bondowoso telah masuk pada kuning namun pada saat ini telah berada di zona oranye,” sambungnya. 

 


Topik

Pendidikan, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette