Jelang Nataru, TPID Kota Kediri Sidak Harga Kebutuhan Pokok

Reporter

Eko Arif Setiono

Editor

Dede Nana

22 - Dec - 2020, 08:36

Tim TPID Kota Kediri sidak di pasar tradisional setono Betek.(eko arif s/Jatimtimes)


Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri, Jawa Timur (Jatim) menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional dan pasar modern guna memastikan keamanan stok berbagai kebutuhan pokok dan melakukan pengecekan harga menjelang Perayaan Natal dan Tahun Baru 2020.

Lokasi sidak pasar tradisional yang menjadi sampel sidak yakni Pasar Setono Betek dan untuk pasar modern yakni Hypermart.

Baca Juga : Apel Operasi Lilin 2020, Kapolres Ngawi Tegaskan Wujudkan Simkamtibmas yang Aman

Tanto Wijohari, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri, mengatakan, hasil sidak yang dilakukan hari ini, Selasa (22/12/2020) tidak ditemukan pergerakan kenaikan harga yang cukup signifikan. Hanya komoditi cabai keriting yang mengalami kenaikan tinggi. Sedangkan untuk  kebutuhan pokok lainnya ada yang mengalami kenaikan namun juga ada yang mengalami penurunan.

"Untuk harga cabai rawit alami kenaikan dari Rp 48 ribu per kilogram naik menjadi Rp 60 ribu per kilogramnya. Untuk daging ayam Broiler dari Rp 32 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp 33 ribu. Sedangkan untuk ayam kampung dari Rp 60 per kilogram kini naik menjadi Rp 65 ribu," ungkapnya.

Masih kata Tanto, untuk komoditi kebutuhan pokok yang mengalami penurunan ada di komoditi telur, yakni dari harga Rp 27 ribu per kilogram turun menjadi Rp 26 ribu. Lalu ada komoditi cabai merah juga alami penurunan dari Rp 58 ribu per kilogram menjadi Rp 55 ribu. 

Sedangkan untuk harga daging sapi masih terbilang stabil diangka Rp 100 ribu per kilogram.

“Sementara itu, untuk komoditi sayur-sayuran di sini juga hampir semua alami kenaikan seperti tomat dari harga Rp 10 ribu per kilogram kini menjadi Rp 15 ribu. Untuj wortel dari Rp 10 ribu per kilogram kini menjadi Rp 12 ribu dan kentang dari harga Rp 10 ribu per kilogram kini menjadi Rp 14 ribu,” lanjut Tanto.

Baca Juga : Perayaan Nataru, Satgas Covid-19 Kabupaten Malang Sediakan 3.600 Rapid Test Antigen

Komoditi sayur sendiri mengalami kenaikan harga karena disebabkan musim penghujan yang membuat di beberapa wilayah alami banjir dan juga pengiriman yang terlambat.

"Iya, itu jadi salah satu faktor lain penyebab kenaikannya," tandasnya.

 


Topik

Peristiwa, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette