Kisah Inspiratif Kades Serang Dwi Handoko, Menuntut Ilmu Tak Pandang Usia

Reporter

Aunur Rofiq

Editor

Dede Nana

21 - Dec - 2020, 03:25

Kades Serang Dwi Handoko menjadi salah satu wisudawan di Wisuda Sarjana Unisba Blitar ke-15.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)


Menuntut ilmu tak pandang usia, itulah prinsip Dwi Handoko Pawiro. Sosok Kepala Desa (Kades) Serang, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, mencuri perhatian pada prosesi Wisuda ke-15 Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar. 

Di usianya yang ke 43 tahun, pria yang akrab disapa Handoko ini menjadi salah satu diantara 645 wisudawan yang diwisuda Unisba Blitar tahun Akademik 2019-2020.

Baca Juga : Gelar Wisuda Drive Thru, Unisba Blitar Cetak 645 Sarjana Unggul dan Berkarakter

Meski usianya terbilang tidak muda lagi, namun semangat Dwi Handoko tidak kalah dengan wisudawan lainnya. Dia berhasil menyelesaikan studi sarjananya tepat waktu dengan predikat IPK sangat memuaskan 3,30 di Program Studi (Prodi) Ilmu Administrasi Negara Unisba Blitar.

Berangkat dari keluarga dengan latar belakang kurang mampu secara ekonomi. Membuat pria yang akrab disapa Handoko ini terpaksa menunda impiannya untuk bisa melanjutkan pendidikan di jenjang perguruan tinggi.

"Jadi memang lama ini sebuah perjalanan yang tentunya membahagiakan bagi kami karena dulunya saya tidak punya kesempatan untuk berkuliah di waktu itu, karena orang tua tidak mampu untuk membiayai saya kulia. Akhirnya ini saya masuk di Unisba Blitar hari ini sudah di wisuda," kata Handoko saat ditemui BLITARTIMES, Sabtu (19/12/2020).

Sosok Kades penggerak Desa Wisata dan Kampung Pembakti Pancasila ini mengaku perjalanannya meraih titel Sarjana Sosial tidak mudah, lantaran kuliahnya dilakoni sambil mengemban amanah sebagai Kepala Desa. Akan tetapi hal itu tetap dijalaninya dengan semangat dan penuh ketelatenan.

"Awal masuk kuliah 2017. 4 tahun karena kita ambil kelas karyawan, kadang kalah karena kesibukan sebagai Kades, tapi tentunya Alhamdulillah karena di Unisba saya dibimbing dengan baik. Kalau tidak bisa bimbingan langsung di kampus, ya via daring di rumah sesuai kondisi yang ada hari ini. Jadi dalam perjalanan itu poinnya bahwa apa yang saya dapat hari ini tentu sudah sebagian besar saya aplikasikan. Tinggal secara praktek aplikatif nantinya setelah ini tentu nanti lebih sistematis untuk kemajuan dan perubahan di desa saya khususnya, dan pengabdian saya untuk Negara Republik Indonesia," ungkapnya.

Handoko mengaku termotivasi mengambil jurusan Administrasi Negara karena ingin lebih fokus membangun pelayanan publik di desanya. Di periode kedua kepemimpinannya sebagai Kepala Desa Serang, dia ingin lebih mempertajam kegiatan pemberdayaan di masyarakat.

"Saya mengambil Administrasi Negara karena hari ini saya seorang Kepala Desa dan tentunya ilmu-ilmu sosial, ketata pemerintahan, manajemen pemerintahan dan manajemen bersosial di masyarakat ini selamanya sudah saya aplikasikan. Nantinya bisa match dengan jurusan yang saya ambil hari ini. Jadi harapan saya melalui jurusan ini saya bisa lebih fokus, lebih mumpuni untuk ilmu-ilmu ketatanegaraan dan pemerintahan," jelas Handoko.

Baca Juga : Menikah dan Berprestasi, Reza Sridevi Salsabila Wisudawan Terbaik Unisba Blitar 2020

Perjalanannya menuntut ilmu dan meraih gelar sarjana diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi generasi-generasi muda untuk tetap semangat dalam menggapai impian dan cita-cita. Menurutnya, pendidikan merupakan hal yang sangat penting. Perkembangan zaman dan teknologi sangatlah pesat, hal ini tentu harus diimbangi dengan sumber daya manusia yang cerdas dan inovatif.

“Harusnya generasi kita hari ini lebih bersyukur. Artinya, perguruan tinggi kalau untuk mau kuliah biaya murah, yang terdekat bisa. Kalau dulu zaman saya harus minimal ke Malang atau ke Surabaya atau ke Jogja dan tentu pembiayaan juga lebih mahal,” ujarnya.

"Saya 3 bersaudara dan saya nomor dua, ini sebagai wujud bakti saya kepada orang tua saya bisa hari ini mendapat gelar sarjana walaupun dulu tertunda hampir 46 tahun. Dulu orang tua saya petani waktu itu jualan pertama di Pantai Serang ini orang tua saya," lanjutnya mengenang perjalanan hidupnya.

Handoko berharap, dengan ilmu yang diperolehnya semasa kuliah dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun desa. Tak berhenti di situ, meski telah menyelesaikan program sarjana dia berharap bisa melanjutkan pendidikan hingga S2.

"Harapan ke depan, ini untuk kuliah saya mau S2 tahun depan. Sementara ini saya ingin membaktikan diri merealisasikan apa-apa yang hari ini belum terealisasi di desa saya. Terutama untuk mewujudkan apa sih sebenarnya yang namanya Desa Wisata Serang itu akan saya wujudkan untuk kesejahteraan masyarakat. Selain itu, karena potensi kita pengembangan desa wisata sebagai produk unggulan Desa Serang tentu tidak hanya semata-mata untuk desa wisata, tentu bidang-bidang lain yang mendukung ekonomi kreatif nya, pertanian yang produktif, perternakan yang produktif itu juga satu rangkaian dalam pengembangan desa wisata serang," tuntasnya (Adv).


Topik

Pendidikan, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette