Tujuh Warganya Positif Covid-19, Desa di Tulungagung ini Liburkan Warkop dan Jemaah Tahlil
Reporter
Anang Basso
Editor
A Yahya
17 - Dec - 2020, 03:37
Satu desa lagi di Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung dilakukan pengetatan aktivitas. Kebijakan itu dilakukan setelah 7 warga di Desa Purworejo dinyatakan positif Covid-19 dan satu di antaranya meninggal dunia. "Tujuh warga kami dinyatakan positif, satu di antaranya yang bekerja sebagai pedagang sayur keliling meninggal dunia," kata Sudarto, kepala Desa Purworejo, Kecamatan Ngunut, Rabu (16/12/2020).
Atas peningkatan jumlah kasus yang cepat itu, Pemerintah Desa Purworejo melakukan penutupan sementara kegiatan yang mengundang kerumunan massa selama empat belas hari ke depan. "Sejumlah warung kopi kita minta ditutup, kemudian aktivitas lain termasuk jamaah yasin dan tahlil juga kita minta diliburkan sementara," ujarnya.
Baca Juga : Sterilisasi Ruang, Setiap Satu Jam Sekali Disinfektan Disemprotkan
Imbauan dilakukan dengan berbagai cara, Sudarto meminta agar warga kembali mematuhi protokol kesehatan guna memutus rantai penyebaran virus ini. "Kita imbau setiap warga agar kembali patuhi protokol kesehatan, semua perangkat desa kita minta mensosialisasikan serta memberi imbauan pada warga," jelasnya.
Bagi warga yang kontak erat telah menjalani pemeriksaan atau tracing, dari keluarga yang meninggal disebutkan Sudarto tidak ada yang dinyatakan positif hasil swabnya.
Sementara untuk satu warga yang telah empat belas hari dirawat di rumah sakit karena Covid-19, telah dilakukan swab lagi dan jika hasilnya negatif maka akan dipulangkan dan diminta isolasi mandiri di rumah. "Istrinya juga positif, Alhamdulillah sudah dapat tempat isolasi namun jauh di Rejotangan sana," ungkapnya.
Baca Juga : Vaksin Covid-19: DPRD Kota Batu Dorong Pemkot Gratiskan Vaksinasi
Meski telah memberikan imbauan pengetatan aktivitas, Kepala Desa memastikan tidak ada penutupan jalan atau portal yang dibuat sebagaimana awal Covid-19 lalu. "Sementara kita minta pengetatan saja, tidak ada jalan yang di portal. Saya berharap masyarakat tumbuh kesadaran agar bisa kembali ditekan dan tidak ada korban lagi," pungkasnya.
