Bangkalan Kembali Ke Zona Oranye, PTM Ditangguhkan

Reporter

Imam Faikli

Editor

Dede Nana

08 - Dec - 2020, 02:28

Bambang Budi Mustika, Kepala Disdik Bangkalan (Foto/Redaksi BangkalanTIMES)


Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan tangguhkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) SD dan SMP di Kabupaten Bangkalan, Madura.

Penangguhan itu dilakukan karena Kabupaten ujung barat Madura tersebut kembali ke zona oranye, sehingga sesuai arahan Bupati Bangkalan PTM ditangguhkan.

PEMBELAJARAN-TATAP-MUKA-DI-BANGKALAN-DITUNDA-0276ce1b35128bc2b7.png

Baca Juga : Naik Drastis, Tiga Hari Tambahan Kasus Positif Covid-19 Capai 136 Pasien

 

"Jadi menurut amanah SK B 4 Menteri, jika Kabupaten/Kota kembali ke zona oranye, maka sekolah hendaknya ditutup kembali," jelas Kepala Disdik Bangkalan Bambang Budi Mustika, Senin (7/12/2020).

Sebelumnya, pada tanggal 12 November, Disdik Bangkalan melakukan PTM, sebab di Kota Dzikir dan Sholawat berada di zona kuning. Namun, zona kuning itu tidak menyeluruh di Kabupaten Bangkalan, melainkan hanya delapan kecamatan yang masuk dalam zona kuning. Sehingga, Bambang sapaan lekatnya itu, pada tanggal 12 November lalu melakukan permohonan PTM kepada Bupati Bangkalan.

"Kebetulan pada waktu itu oleh tim satgas covid-19 kabupaten direspon baik sehingga kami melakukan percobaan itu," jelas dia.

Sebetulnya, sesuai SK B 4 Menteri, PTM boleh dilakukan dengan catatan Kabupaten memasuki zona kuning dan itu cakupannya se-Kabupaten. Namun, setelah ia mendapat masukan dari satgas bahwa di Bangkalan boleh melakukan PTM di setiap kecamatan yang sudah zona kuning dengan catatan harus menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat di sekolah.

"Maka kami, pada tanggal 23 November lalu kita melakukan PTM di dua sampel yakni di satu SD dan satu SMP," ucapnya.

Sedangkan sekolah yang lain, yakni di kecamatan yang sudah zona kuning, ia menyebutkan, untuk melakukan studi banding terhadap sekolah yang sudah dilakukan percobaan PTM oleh Disdik Bangkalan.

"Berhubung Bangkalan pada awal Desember kembali ke zona oranye, sehingga kita laporan ke Bupati bahwa PTM untuk diberhentikan lagi," kata dia.

Sebetulnya, ia menjelaskan, bahwa dari delapan kecamatan sudah menyiapkan prokes. Namun lagi-lagi karena arahan bupati untuk ditunda, maka ia melakukan penundaan PTM.

"Penundaan itu sesuai edaran dari tim Satgas sejak tanggal 2 Desember lalu," sambungnya.

Selama percobaan, PTM hanya berjalan selama dua minggu, itupun kata dia, selama satu minggu hanya masuk tiga kali.

Baca Juga : Rekor Sepanjang Pandemi Covid-19 di Kota Batu, Tambahan 63 Pasien Dalam Sehari

 

"Jadi prosesnya itu tiga kali masuk, tiga kali libur. Selebihnya tetap ada pembelajaran secara jarak jauh atau daring," ujarnya.

Berlanjut ingin menjalankan PTM di minggu kedua, ternyata Bangkalan masuk pada zona oranye kembali. Sehingga terpaksa dia melakukan penundaan hingga selesainya semester satu.

Ditanya perihal sekolah kapan akan dibuka kembali, ia pun menjelaskan, sesuai SK B 4 Menteri yang terbaru, bahwa di semester genap nanti Kabupaten/Kota sudah lagi diharuskan melihat zona, melainkan sesuai dengan kuputusan kelada daerah atau bupati masing-masing.

Artinya, meskipun Kabupaten/Kota berada di zona hitam, ia mengaku semuanya bergantung keputusan bupati atau kepala daerahnya.

"Asalkan Bupatinya berani, sekolah di tahun 2021 harus buka. Karena sepenuhnya penanggungjawabnya bupati," ujarnya.

Namun kendati demikian, masuknya masih transisi, artinya harus masuk 50 persen dari muridnya. Dengan rincian, tiga hari tatap muka, dua hari secara daring dan dua hari diliburkan.

"Dan itu berjalan selama dua bulan. Baru nanti kalau berhasil akan berjalan 100 persen," pungkasnya.

 


Topik

Kesehatan, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette