Tujuh Desa di Jombang ini Terendam Banjir Akibat Luapan Dua Sungai
Reporter
Adi Rosul
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
03 - Dec - 2020, 12:19
Hujan deras yang melanda Kabupaten Jombang mengakibatkan dua sungai besar meluap. Akibatnya, 7 desa dari empat kecamatan di Jombang terendam banjir.
Hujan deras terjadi sejak pukul 21.00 WIB Selasa (1/12) hingga dini hari tadi sekitar pukul 02.00 WIB. Hujan deras selama beberapa jam itu mengakibatkan debit air di Sungai Catak Banteng dan Sungai Pancir Gunting meluap.
Baca Juga : Sepeda Motor Bonceng Empat Tabrak Truk Parkir di Tulungagung, Dua Nyawa Melayang
Dua sungai itu mengalir dari hulu di kawasan pegunungan Anjasmoro, Kecamatan Wonosalam, Jombang, yang saat itu juga mengalami hujan deras. Karena intensitas hujan yang tinggi, mengakibatkan debit air di dua sungai itu mengalami peningkatan.
Sedikitnya, ada 7 desa di sekitar dua sungai itu terendam banjir akibat luapan air sungai. Dari data yang dirilis BPBD Kabupaten Jombang, tujuh desa ini berada di Kecamatan Mojowarno, Kecamatan Jogoroto, Kecamatan Mojoagung dan Kecamatan Sumobito.
Yaitu Dusun Kalibening, Desa anggalrejo ketinggian air 50 cm, Dusun Subontoro Timur, Desa Mojotrisno ketinggian air 50 cm, Dusun Kebondalem dan Pekunden di Desa Kademangan ketinggian air 10-100 cm, Desa Tejo ketinggian air 10-30 cm, serta Desa Karobelah.
Sedangkan dua desa lainnya adalah Desa Palrejo, Kecamatan Sumobito ketinggian air 20-60 cm, serta Dusun Kedungbendo dan Sumbernganten di Desa/Kecamatan Jogoroto ketinggian air 50 cm.
"Saat ini banjir sudah berangsur surut. Perkembangan baru di Karobelah ada genangan, tapi tidak seberapa, sudah mulai surut," kata Kasi Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana BPBD Jombang, Gunadi, Rabu (2/12).
Dikatakan Gunadi, secara keseluruhan banjir merendam ratusan rumah penduduk. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir tersebut. Hanya saja 60 warga Desa Kademangan terpaksa mengungsi ke kantor desa setempat.
Baca Juga : Suami di Jombang Tewas Terbakar di Kamar Saat Istri Memasak
"Para pengungsi di Kademangan sudah pulang semua karena banjirnya sudah surut," tandasnya.
Disampaikan Gunadi, intensitas hujan masih akan tinggi hingga dua hari ke depan. Masyarakat diminta untuk waspada dengan kondisi tersebut.
Ia pun telah memetakan daerah rawan bencana di wilayah Jombang. Seperti darah rawan banjir hingga longsor. "Rawan longsor di Wonosalam, kalau rawan banjir di Wonosalam, Mojowarno, Bareng, Mojoagung, Sumobito, Kesamben, Ploso, Bandar Kedungmulyo dan Perak. Ini yang kami antisipasi," pungkasnya.(*)
