BMKG Sebut Sumenep Berpotensi Terdampak Fenomena La Nina
Reporter
Syaiful Ramadhani
Editor
A Yahya
05 - Nov - 2020, 10:57
Sejumlah Daerah di Indonesia diminta untuk meningkatkan kewaspadaan karena fenomena La Nina. Anomali iklim ini, dinilai bakal menyebabkan peningkatan curah hujan yang dapat memicu bencana hidrometeorologi. Seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang.
"Kabupaten Sumenep salah satu daerah yang berpotensi. Untuk itu, kami meminta agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan," ujar Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget Sumenep, Usman Khalid, Kamis (05/11/2020).
Hasil analisis BMKG, catatan historis menunjukkan La Nina dapat menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi jumlah curah hujan bulanan di Indonesia hingga 40 persen di atas normal. "Untuk Sumenep sendiri, rata-rata akumulasi curah hujan bulanan sekitar 101 sampai 150 milimeter. Sehingga jika ditambah dengan peningkatan curah hujan imbas La Nina, maka akan sangat besar," terang Usman.
Dalam kondisi ini BMKG terus menjalin komunikasi dengan Pemkab Sumenep untuk antisipasi. Tidak hanya itu, masyarakat juga diimbau agar selalu mengikuti informasi cuaca agar ada kesiapan secara dini. "Himbauan kami agar waspada adanya potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, petir," harapnya.
