Perkokoh Ekonomi Desa, Disnak Pemkab Blitar Gelar Pelatihan Limbah Ternak
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
26 - Oct - 2020, 09:16
Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar kembali memberikan workshop dan pelatihan kepada masyarakat. Kali ini pelatihan usaha peternakan diberikan kepada masyarakat di Lingkungan Sumberjo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Senin (26/10/2020).
Dalam pelatihan ini masyarakat dari kalangan peternak ayam dan peternak sapi diberikan wawasan tentang pengolahan kotoran hewan menjadi biogas dan pupuk cair. Dalam pelatihan ini mereka mendapatkan bekal materi teori dan praktik yang diberikan langsung oleh widyaswara dari Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kota Batu.
Baca Juga : Dorong Ketahanan Pangan di Masa Pandemi, Persit Kodim 0808/Blitar Budidayakan Budikdamber
Kepala Bidang Budidaya dan Pengembangan Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, Indriawan Wicaksono, mengungkapkan pelatihan usaha ternak ini digelar untuk mengembangkan SDM peternak di Kabupaten Blitar. Ya, dengan SDM peternak yang mumpuni akan mendorong potensi peternakan di Kabupaten Blitar lebih maju dan berdaya saing.
“Sebagaimana diketahui, di Kabupaten Blitar ini potensi peternakanya sangat luar biasa. Ada peternak ayam, kambing, sapi dan lainnya. Semua peternak terus kami bina dan dampingi. Di antaranya melalui pelatihan usaha peternakan ini,” ungkap Indriawan kepada awak media usai membuka acara pelatihan.
Dikatakannya, pelatihan usaha ternak kali ini juga sebagai sarana preventif mencegah terjadinya gejolak di masyarakat yang berhubungan dengan kotoran hewan.
“Jangan sampai perkembangan peternakan di Blitar yang pesat ini memunculkan masalah. Dari limbah peternakan itu kadang timbul gejolak seperti bau, lalat dan lainnya. Nah, kami mendorong dengan pelatihan semacam ini dapat mencegah terjadinya gejolak di masyarakat. Limbah peternakan tidak menimbulkan efek samping tapi justru memberikan manfaat dengan diolah menjadi produk usaha peternakan,” paparnya.
Lebih dalam Indriawan menyampaikan, dengan pelatihan ini diharapkan pupuk organik yang diolah tidak hanya dapat digunakan sendiri oleh peternak. Pupuk tersebut juga bisa dijual untuk menambah penghasilan.
“Proses pembuatan pupuk organik ini terbilang mudah. Kami ingin budidaya semacam ini bisa terus dikembangkan oleh para peternak. Harapannya tentu selain dipergunakan sendiri pupuk organik ini juga potensi untuk dibisniskan. Sehingga peternak bisa meningkatkan mutu dan kualitas kehidupanya,” tukasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, drh Adi Andaka mengungkapkan pelatihan usaha peternakan di Desa Sumberjo ini juga bertujuan untuk memberikan kesadaran bagi masyarakat desa terhadap manfaat limbah kotoran peternakan. Melalui kegiatan ini pihaknya berharap agar kotoran ternak yang selama ini dianggap tidak berguna oleh masyarakat dapat dimanfaatkan sebagai sebuah potensi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat desa.
Baca Juga : Kandang Ayam Dekat Pemukiman Disoal Warga
“Pelatihan kepada masyarakat desa berupa keterampilan seperti ini merupakan bentuk upaya untuk menciptakan desa mandiri. Dimulai dari masyarakat desa dalam hal ini kalangan peternak yang mampu menghasilkan produk-produk unggulan desa yang nantinya bermanfaat pada perkembangan desa. Kami mendorong setelah pelatihan ini peserta bisa langsung mempraktikannya di rumah masing-masing,” tegasnya.
Sementara itu, Ir Teguh Wibowo selaku Widyaswara dari BBPP Kota Batu dalam pelatihan usaha peternakan kali ini menyampaikan beberapa materi kepada peserta. Materi tersebut meliputi pengolahan limbah padat, limbah cair dan pestisida hayati.
“Pupuk organik itu ada dua yakni padat dan cair. Materi ini yang kita sampaikan kepada peserta. Kami juga sampaikan pula materi tentang pestisida hayati,” terangnya.
Dia menambahkan, proses membuat pupuk organik tidaklah sulit. Dengan pendekatan teknologi fermentasi, pupuk organik bisa selesai di buah hanya dalam waktu 20 hari saja. Banyak keunggulan dari pupuk organik. Selain aman untuk kesehatan, kualitasnya juga tidak kalah dengan pupuk kimia.
“Banyak yang menyalahartikan bahwa pupuk organik bisa mengalahkan pupuk kimia, ini tidak benar. Pupuk organik itu digunakan berdampingan dengan pupuk kimia. Lambat laun pupuk organik ini akan menggantikan pupuk kimia. Pupuk kimia ini terkandung residu-residu yang berdampak terhadap kesehatan. Dan di pupuk organik ini aman dan tidak mengganggu kesehatan karena tidak ada residu,” pungkasnya.(Adv/Kmf)
