Edukasi Kaum Milenial lewat Pameran Museum dan Kepurbakalaan
Reporter
Nurhadi Joyo
Editor
A Yahya
03 - Sep - 2020, 02:26
Kesadaran mencintai peninggalan sejarah di kalangan milenial tengah digalakkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi. Disbudpar memberikan edukasi dan mengenalkan peninggalan sejarah serta kekayaan warisan budaya bendawi kepada para pemuda khususnya dan masyarakat pada umumnya melalui Pameran Museum dan Kepurbakalaan peninggalan Kerajaan Blambangan. Hal itu dilakukan karena sebagai salah satu tempat wisata bersejarah di wilayah Banyuwangi.
Menurut Kepala Disbudpar Pemkab Banyuwangi melalui Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Ainur Rofiq, pameran tersebut akan digelar tanggal 3 sampai dengan 5 September 2020 di halaman kantor Disbudpar Pemkab Banyuwangi.
Baca Juga : Pandemi Covid-19 Tak Kunjung Berakhir, The Stocker Rilis Single Terbaru Bertajuk Nadir
Menurut Alumni Fisipol Universitas Jember itu, pameran menampilkan benda-benda purbakala atau kuno yang terbuat dari batu, tanah liat, keramik dan kayu, seperti antara lain; tombak, arca, lingga yoni, lemari rias kuno dan lain sebagainya. Dalam pameran tersebut juga digelar sarasehan tentang sejarah dan kepurbakalaan yang diikuti oleh 50 peserta per hari. Peserta sarasehan terdiri dari peserta pameran, tamu undangan, penggiat budaya dan tim ahli cagar budaya (TACB).
Pria berkumis itu menambahkan dalam upaya memberikaan kepuasan bagi para pengunjung, panitia pameran juga menggelar aneka hiburan musik selama pelaksanaan acara pada malam hari.
Kemudian dalam rangkaian acara penutupan pameran (5 September 2020 ), panitia akan menggelar pementasan kesenian wayang kulit bersama dalang Ki Mudo Juwito Gendeng dengan menampilkan Lakon Wahyu Husodo Jati.
Dalam pementasan lakon tersebut, menurut Rofiq, intinya menceritakan tentang “Wong-wong Tanah Jowo” yang kehilangan pusaka yang dapat berbicara. Pusaka tersebut akan kembali jika “Wong –wong Tanah Jowo” bisa bersatu rukun dengancara “mboyong” simbol “wong tanah Jowo” yaitu Kyai Lurah Semar.
Untuk lebih memeriahkan acara pameran serta mengenalkan lebih dalam situs budaya Banyuwangi, panitia juga menggelar lomba Vlog bertema Situs Budaya dan Objek Heritage Banyuwangi dengan total hadiah Rp. 10 juta untuk 6 orang pemenang dan batas akhir pendaftaran dan pengumpulan karya pada 3 September 2020.
Baca Juga : Sri Sultan HB X Apresiasi Seniman dan Minta Pameran Kesenian 2 Kali Setahun
Selain itu panitia juga menggelar lomba karya tulis ilmiah dengan mengambil tema Edukasi Peradaban di Balik Benda Bersejarah dengan total hadiah Rp. 10 juta untuk 6 orang pemenang yang batas akhir pendaftaran dan pengumpulan karya dari peserta 3 September 2020 besuk. “Pengumuman pemenang lomba dan penyerahan hadiah akan dilaksanakan pada 5 September 2020 pukul 19.00 di Halaman Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi,” jelasnya.
Gelaran Pameran Museum Dan Kepurbakalaan, lomba vlog dan karya tulis ilmiah tidak dipungut biaya atau gratis dan terbuka umum. “Namun untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran wabah Covid panitia penyelenggara melaksanakan kebijakan pembatasan atau kuota pengunjung sebanyak 100 orang dan akan diatur secara bergantian dan tentunya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat,” imbuh Rofiq.
