Eri Cahyadi Diduga Gunakan APBD Puluhan Miliar Branding Diri lewat Program Smart City
Reporter
M. Bahrul Marzuki
Editor
Yunan Helmy
18 - Aug - 2020, 01:23
SURABAYATIMES - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi diduga telah menghabiskan anggaran yang bersumber dari APBD senilai puluhan miliar untuk mem-branding diri secara pribadi.
Hanya, itu disamarkan lewat program lomba Smart City yang sudah berlangsung sejak tahun 2019 atau dua tahun silam. Program ini juga menggandeng media cetak seperti Jawa Pos dan Radar Surabaya. Kemudian ada juga media televisi SBO TV.
Informasi yang dihimpun media ini, anggaran yang digunakan untuk program ini bersumber dari APBD dan tak main-main. Yakni, mencapai puluhan miliar.
Program ini awalnya bernama lomba Green and Clean yang dihandel oleh Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya. Namun, dua tahun terakhir tiba-tiba Pemkot Surabaya membelokkan menjadi program dari Bappeko.
Kebetulan Eri Cahyadi juga baru menjabat di Bappeko dan dilantik. Sebelumnya Eri adalah plt kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Pemkot Surabaya.
Program ini juga sempat menuai kritik dari baliho yang tersebar. Itu lantaran pada gambar baliho lebih menonjolkan sosok Eri Cahyadi daripada program. Baliho yang terpasang juga sangat mirip dengan gaya orang yang sedang berkampanye.
Koordinator Surabaya Corruption Watch Indonesia (SCWI) Hari Cipto Wiyono dalam hal ini menduga Eri Cahyadi sudah menggunakan APBD untuk kepentingan pribadinya demi membranding diri. "Dan itu tidak boleh," ujarnya Senin (17/8).
Menurut dia, jika Eri ingin terjun ke pilwali, akan lebih elegan jika bicara secara terang-terangan dan mengundurkan diri. "Ini kan terselubung, gunakan APBD," ucapnya.
Cipto pun mengingatkan, jika merujuk pada undang-undang, ASN diharuskan netral dan tidak mendekati politik. "Jangan istilahnya abu-abu," tegas dia.
Bersamaan dengan tahun politik saat ini, Cipto meyakini adanya kemungkinan penyelewengan dana dalam program Smart City. Untuk itu, dia meminta agar pihak terkait seperti kejaksaan atau kepolisian turun melakukan pemeriksaan.
"Harus dipertanyakan anggaran itu. Hanya pencitraan nama saja. Jangan tujuan politis disalahgunakan buat kendaraan," imbuh dia.
Nama Eri Cahyadi sendiri muncul pada detik terakhir jelang pengumuman rekom pilwali di Surabaya, Rabu (19/8) nanti. Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi menyebut empat nama berpeluang mendapat rekom. Yaitu, Whisnu Sakti Buana, Eri Cahyadi, Armuji, dan Edi Tarmidi. Keempatnya juga sudah resmi mendaftar. Mulai dari tingkat DPC PDIP, DPD PDIP hingga DPP PDIP.
Eri Cahyadi saat ini berstatus sebagai ASN aktif di Pemkot Surabaya. Dan dia juga dipastikan belum mengundurkan diri.
Eri sendiri mendaftar lewat jalur khusus di DPP PDIP. Kabar yang beredar dia didorong langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang juga pengurus ketua DPP PDIP di bidang kebudayaan.
Eri sendiri sebelumnya selalu mengelak jika disebut mendaftar dan maju di pilwali Surabaya. Namun, jelang detik-detik terakhir pengumuman rekom, dia jarang muncul di publik lagi dan tak mau ditemui awak media di kantornya.
Eri juga selalu menghindar ketika dikonfirmasi. Media ini sudah coba menghubungi dia lewat telepon maupun pesan singkat, tapi selalu tidak dia respons.
