Ingin Ngopi Kualitas Bintang Lima Harga Kaki Lima? Datang ke Banyuwangi

11 - Aug - 2020, 02:13

Penikmat dan penggemar kopi sedang menikmati kopi Moca di Kota Banyuwangi (Nurhadi/ JatimTIMES)


Dalam upaya menggerakkan sektor pariwisata menuju tata kehidupan baru dan kebiasaan baru pasca pandemi Covid- 19, Banyuwangi terus berbenah dan menata diri menjadi daerah yang benar-benar menjadi surga bagi wisatawan yang datang dan berkunjung.

Selain memanjakan para turis dengan keindahan alam, keragaman seni budaya termasuk aneka sajian beragam makan minum yang memanjakan lidah pecinta kuliner, salah satunya adalah keberadaan Mobil Cafe atau Moca yang menjajakan kopi kualitas hotel bintang lima dengan harga Pedagang Kaki Lima (PKL).

Baca Juga : Geliat Kuliner Khas Masyarakat Oesing, Kades Olehsari: Kita Berharap Sarpras ke Pemda

Menurut Novian Dharma Putra, owner Moca Banyuwangi selain memberikan kenikmatan bagi pecinta kopi, dalam menjalankan usahanya dia siap memberikan edukasi bagi konsumen yang ingin belajar seluk beluk kopi. 

"Mobil Cafe memberikan pilihan varian kopi asli Banyuwangi sekaligus siap melatih cara mengolah kopi yang baik dan benar sehingga mampu mendapat taste yang paripurna. Bahkan tidak sedikit wisatawan asing yang menyukai cafenya karena bisa melakukan self services," jelas alumni Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan Indonesia di Surabaya itu.

Sedangkan turis mancanegara yang pernah singgah menikmati sajian kopi di Moca miliknya antara lain berasal dari Itali, Norwegia, Korea Selatan, Jepang dan Negara Belanda. Mereka rata-rata merasa puas karena mendapat pengalaman baru.

Sensasi lainnya adalah dengan adanya pendidikan dan pelatihan kilat teknik menyeduh dan menyajikan kopi yang benar serta langsung dikonsumsi sendiri.

Adapun jenis kopi yang ditawarkan bagi pecinta dan penikmat kopi antara lain; kopi Robusta,  Arabica Liberica lokal Banyuwangi yang berasal dari Kecamatan Kalibaru, Glenmore,  Gombengsari Kalipuro dan beberapa wilayah penghasil kopi yang lain.

Baca Juga : Wisata Kuliner di Banyuwangi, Coba Menu-Menu Khas Ini yang Bakal Manjakan Lidahmu!

Pilihan menekuni bisnis kuliner kopi bukan diperoleh Novian dengan mudah. Bahkan awalnya mendapat tanggapan negatif dan ditentang oleh orangtua dan istrinya. Karena dinilai jauh dari disiplin ilmu yang dipelajari di bangku kuliah dan harus rela meninggalkan tempat kerjanya di Bandara Pertamina Hulu Energi di Jakarta Utara (Jakut) yang memberikan pendapatan rata-rata Rp 22 juta per bulan namun harus melakukan kerja di tengah laut.

"Saya ingin menjadi orang yang merdeka dan memilih usaha kopi yang awalnya orangtua keberatan termasuk istri dan tiga putra putrinya. Secara perlahan memberikan bukti kepada orang-orang tercinta bahwa pilihan usaha kuliner ayang dianggap remeh ternyata mampu menghidupi keluarga," tegas pria berjenggot itu.


Topik

Kuliner, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette