DLH Ngawi Anggarkan 800 Juta Bangun Reaktor Bio Gas Dan IPAL

27 - Jul - 2020, 10:59

Reaktor Bio Gas yang telah beroperasi


Langkah strategis telah dibuat Dinas Lingkungan Hidup Ngawi dalam upaya mengatasi pencemaran lingkungan. Yakni dengan memberikan bantuan pembuatan reaktor biogas bagi peternak sapi dan perajin pembuatan tahu. Terutama bagi mereka yang membuka usahanya dekat bantaran Bengawan Solo dan Sungai Madiun.

Setidaknya pada tahun 2020 ini anggaran dana senilai Rp 800 juta telah disiapkan. Rencananya anggaran dana tersebut untuk pembangunan 15 reaktor biogas bagi peternak sapi dan empat instalasi pengolahan limbah (IPAL) bagi perajin tahu.

Baca Juga : Tren Bersepeda Bisa Kurangi Gas Emisi, DLH Kota Malang Usulkan Hari Bersih dari Kendaraan

DLH Ngawi berharap upaya tersebut mampu mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah kotoran sapi dan sisa limbah air perajin tahu.

"Pembuatan reaktor biogas dan IPAL diharapkan mampu kurangi pencemaran di sungai," jelas Hari Purnomo, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH.

Lebih lanjut Hari menegaskan pemberian bantuan pembuatan reaktor biogas dan IPAL diharapkan bermanfaat besar dalam mengurangi pencemaran di Bengawan Solo dan Sungai Madiun.

Selain itu limbah yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar reaktor biogas dan mampu menghasilkan gas untuk bahan bakar kompor gas.

Baca Juga : Uji Kualitas Lingkungan, Puluhan Titik Udara dan Air Diteliti DLH Kota Malang

"Biogas yang dihasilkan bisa jadi bahan bakar kompor gas, layak elpigi. Dari limbah bisa jadi energi," ungkap Hari Purnomo.


Topik

Lingkungan, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette