Terpilih Aklamasi, Ruliyono Kembali Pimpin Golkar Banyuwangi
Reporter
Nurhadi Joyo
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
18 - Jul - 2020, 07:25
Ruliyono kembali menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Partai Golkar) setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) X DPD Partai Golkar Kabupaten Banyuwangi di Sasono Waringin Agung DPD Partai Golkar Banyuwangi Sabtu (18/7).
Gelaran Musda Partai Golkar tersebut dihadiri oleh M Sarmuji, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur bersama sekretaris dan beberapa pengurus PG Jatim, termasuk Pranaya Yudha Mahardika, anggota DPRD Provinsi asal PG Dapil III Jatim.
Baca Juga : Beredar Surat Rekom PPP untuk Fattah Jasin-Ali Fikri di Pilkada Sumenep
Selain itu hadir pula Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas beserta istri, Ratna Ani Lestari Bupati Banyuwangi masa bakti 2004-2009, Wakil Bupati Banyuwangi, H Yusuf Widyatmoko, Ketua DPC PDI Perjuangan, Ketua DPC Partai Demokrat beserta sekretaris dan beberapa pengurus partai politik yang ada di Banyuwangi.
Dalam musda Partai Golkar yang mengambil tema "Memperkuat Konsolidasi Menuju Kemenangan Organisasi, M Sarmuji antara lain mengungkapkan suasana kondusif gelaran Musda Golkar Banyuwangi diharapkan berbanding lurus dengan raihan perolehan suara dalam Pemilu Legislatif (Pileg) tahun 2024 baik untuk DPRD Kabupaten dan Provinsi maupun untuk DPR RI.
Alumni FE Universitas Jember itu menambahkan untuk merealisasikan target yang dicanangkan pengurus Golkar harus keras pada dirinya sendiri. "Apabila kita tidak keras maka alam akan menghukum kita pemilu akan menghukum kita dengan keras," tegasnya.
Untuk mewujudkan target perolehan suara yang ditetapkan jajaran Pengurus PG Jatim akan turun langsung memandu pengurus kabupaten/kota. Selain itu juga menyiapkan taktik dan strategi pemenangan partai berlambang pohon beringin dalam Pemilu mendatang.
Baca Juga : Tetap Ajukan Siadi, Golkar "Ngalah" Tawarkan Posisi N-2 pada PKB di Pilbup Malang 2020
Sementara Ruliyono, Ketua DPD Partai Golkar Banyuwangi terpilih menyatakan kepercayaan yang diperoleh merupakan amanah yang wajib diperjuangkan bersama pengurus kader dan simpatisan Golkar di Banyuwangi.
Politisi asal Glenmore menegaskan kegagalan PG dalam Pileg 2015 lalu merupakan tanggung jawabnya sebagai pimpinan partai. "Kami optimis mampu minimal meraih 7 kursi dalam Pemilu legislatif 2024 mendatang. Hasil evaluasi kami ada dua kekurangan dalam pemilu yang segera dilakukan pembenahan yaitu kurangnya saksi dan kurang harmonisnya hubungan dengan sekretaris Partai Golkar sebelumnya," tegas Ruli.
