Sama Terserang Covid-19, Pemprov dan Pemkot Beda Protokol Makamkan Pejabatnya

Editor

Dede Nana

16 - Jul - 2020, 03:20

Pelepasan jenazah Kepala Bappeda Jatim Rudy Ermawan Yulianto


Tingkat kematian Covid-19 di Kota Surabaya tertinggi nasional. Yakni, terakhir mencapai 638 kasus pada Selasa (14/7/2020). Tingginya tingkat kematian itu selaras juga dengan tingginya kasus positif yang mencapai 7.331 orang. Dengan pasien sembuh yang juga tinggi sebanyak 3.705 orang.

Walau begitu angka kematian pasien Covid-19 masih terus terjadi di Surabaya. Terbaru kematian akibat Covid-19 ini terjadi pada dua pejabat di Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya.

Baca Juga : 11 Pasien Covid-19 di Sumenep Dinyatakan Sembuh, Total 144 Orang Terkonfirmasi Positif

Yang pertama adalah Kepala Bappeda Jatim Rudy Ermawan Yulianto yang meninggal dunia Selasa (14/7/2020). Kedua, Kepala Dinas Pengendalian Pendudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya, Chandra Oratmangun. Dia meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Husada Utama,  Senin (13/7/2020).

Di kasus kematian Rudy, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengakui jika anak buahnya itu meninggal akibat akibat terpapar Covid-19.

Rudy diketahui mulai dirawat di RS Darmo pada tanggal 5-7 Juli 2020 dan kemudian dirujuk untuk mendapatkan perawatan intensif ke RSUD Dr Soetomo hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir Selasa 14 Juli 2020 pukul 19.56 WIB.

Khofifah, menjelaskan almarhum diketahui terpapar covid-19 setelah mengantarkan sang ayah yang sedang berobat. Setelah diswab ternyata sang ayah positif terkonfirmasi covid-19. 

Sang ayah diketahui meninggal dunia sepuluh hari sebelumnya. Almarhum Rudy kemudian menjalani tes swab dan terdeteksi positif terinfeksi covid-19.

Karena dipastikan terpapar Covid-19, jenazah Rudy pun dimakamkan sesuai dengan protokol Covid-19. Dan saat itu dia sempat dilepas serta diberi penghormatan terakhir oleh Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono dari area luar RS Dr Soetomo.

Sementara terkait kematian Chandra, pemakaman tak melalui protokol kesehatan. Pasalnya, saat meninggal oleh Pemkot Surabaya, Candra diklaim sudah negatif atau sembuh dari Covid-19. Sehingga proses pemakaman Candra tak menerapkan protokol Covid-19. 

Jenazah bahkan sempat disemayamkan selama hampir dua hari di Adi Jasa, Jalan Demak, Kecamatan Bubutan.

Baca Juga : Masih Ada 1.171 ODR Berstatus Pemantauan di Kota Batu, Total 12 PDP Meninggal Dunia

Dalam sebuah foto yang sempat beredar viral jenazah Candra mengenakan pakaian rapi dan petinya terbuka. Banyak para pelayat juga yang berdatangan ke sana.

Media ini kemudian coba melakukan konfirmasi ke Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara. Namun untuk kesekian kalinya telpon serta pesan singkat yang terkirim tidak dia respon.

Namun, berdasarkan keterangan Febri dikutip dari Liputan6.com menyampaikan, jika Candra meninggal karena penyakit Pneumonia MRSA atau infeksi bakteri. Hanya saja Febri tak menunjukkan bukti surat saat itu.

Febri menjelaskan, Candra sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit selama sekitar tiga minggu. Dan almarhum dirawat menggunakan alat ventilator untuk membantu pernapasan saat itu.


 

 


Topik

Kesehatan, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette