Kasus Sekda, Pengamat Nilai Bupati Bondowoso Lemah Atasi Masalah Birokrasi
Reporter
Suwaris
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
15 - Jul - 2020, 11:31
Kasus yang menimpa Sekda Saifullah hingga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ancaman pembunuhan terhadap mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) menjadi salah satu bukti ketidakmampuan Bupati Salwa mengelola pemerintahan.
Hal tersebut sebagaimana dikemukakan pemerhati kebijakan Publik Subhan SH ketika dikonfirmasi, Rabu (15/7/2020). Menurut Subhan, semestinya, bupati harus mampu melindungi Sekda dan bahkan semestinya kasus tersebut dapat diselesaikan di meja bupati tanpa harus masuk ke dalam ranah hukum. Apalagi kedua pihak yang berseteru adalah sama-sama "anak" bupati.
Baca Juga : Kronologi Lengkap Bocornya Data Denny Siregar, Pelaku Ditangkap hingga Motif Kejahatan
"Ini bukti bahwa bupati itu lemah. Kasus ini sebenarnya bisa diselesaikan tanpa harus masuk ke ranah hukum. Dan ketika masalah ini masuk ke ranah hukum sebenarnya bupati juga masih bisa melakukan upaya untuk melindungi Sekda. Sebab bagaimana pun Sekda ini adalah "istri" bupati. Sekda adalah wajah birokrasi. Saya kawatir hubungan antara bupati dengan Forkopimda kurang baik. Atau mungkin juga bupati mau cuci tangan ketika Sekda terjerat hukum," terang Subhan.
Namun demikian, kata Subhan, selama ini Sekda Saifullah yang seharusnya bisa memberikan pelayanan yang baik dalam kinerja bupati, namun ternyata Sekda Saifullah seakan menjadi beban berat terhadap kinerja bupati. Komunikasi politik yang dibangun oleh bupati dengan sejumlah pihak termasuk hubungan baik komunikasi dengan Forkopimda menjadi terganggu pada saat komunikasi itu sudah berjalan baik.
“Semestinya Pak Sekda bisa mawas diri dalam setiap tindakan yang akan dilakukan sebab selama ini Sekda selalu terkesan bekerja di luar pengetahuan bupati,” terangnya.
