Monitoring Kegiatan Cabor, KONI Banyuwangi Pastikan Pelatihan Tetap Efektif
Reporter
Nurhadi Joyo
Editor
Nurlayla Ratri
15 - Jul - 2020, 06:16
Pembinaan para atlet cukup terkendala selama pandemi Covid-19. Meski demikian, jajaran pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Banyuwangi tetap melaksanakan program kegiatan monitoring pembinaan olahraga.
Kegiatan monitoring tersebut untuk memastikan aktivitas pembinaan olahraga di wilayah Banyuwangi tetap berjalan dan mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah pusat.
Baca Juga : Mencuat Penggabungan Dua Tim, Pengurus Persewangi Diminta Profesional
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Prestasi KONI Banyuwangi Pujo Waluyo mengungkapkan, pihaknya ingin memastikan aktivitas pembinaan dan peningkatan prestasi cabang olahraga di wilayah ujung timur Pulau Jawa masih tetap berjalan meskipun dalam suasana keprihatinan dunia akibat pandemi wabah Covid sejak beberapa bulan lalu belum selesai.
Selanjutnya dia menuturkan dalam masa transisi menuju tata kehidupan normal baru atau era new normal, semua aktivitas masyarakat termasuk olahraga boleh dilakukan dengan mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
“Kami melakukan program monitoring dengan mendatangi dan melihat langsung aktivitas latihan cabor, materi yang diberikan dan sekaligus memastikan kepatuhan pelatih dan atlet dalam menerapkan protokol kesehatan selama latihan,” jelas Pujo.
Dia menambahkan program kegiatan monitoring dan pemantauan latihan cabor yang ada di bawah naungan KONI Banyuwangi sudah mulai dilaksanakan mulai sejak bulan Februari lalu. Namun, terpaksa dihentikan setelah datang pageblug Covid-19 di dunia termasuk negara Indonesia.
Karena dalam masa tanggap darurat wabah yang belum ditemukan obatnya tersebut hampir semua sendi kehidupan masyarakat mengalami kemacetan termasuk aktivitas pembinaan cabang olahraga (cabor).
Meskipun pelatih dan atlet memiliki daya tahan tubuh di atas rata-rata warga umumnya, Pujo menilai mulai wabah terjadi sampai dengan saat ini yang terpenting untuk diwaspadai oleh semua pihak adalah keberadaan Orang Tanpa Gejala (OTG) karena mereka tetap berpotensi menularkan Covid-19.
Lebih lanjut, Ketua Ikatan Guru Olahraga (IGORA) Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Banyuwangi itu menuturkan selama pelaksanaan program monitoring. Pihaknya selalu mengingatkan agar sistem latihan tetap diterapkan dengan berhati-hati.
Pengurus cabor diminta untuk meminimalkan kontak fisik antar pelatih dengan atlet maupun sesama atlet.
”Fakta di lapangan pada dasarnya sebagian besar cabor sudah memahami dan mematuhi penerapan protokol kesehatan sehingga program latihan dilakukan dengan aman. Tapi KONI tetap berkewajiban untuk terus mengingatkan,” imbuhnya.
Baca Juga : Musim 2020 Belum Usai, Divisi Bisnis Arema FC Susun Rencana Musim 2021
Kemudian untuk beberapa cabor yang lokasi latihannya jauh dari pusat kota Banyuwangi, Pujo meminta agar mereka mengirimkan file video latihan ke sekretariat KONI.
Video tersebut akan digunakan sebagai bahan evaluasi bidang prestasi untuk memastikan cabor benar-benar masih beraktivitas atau tidak.
“Kami meminta cabor mengirim video dengan narasi agar efektif dan efisien dan kami bisa meminimalisir kunjungan fisik,” tegasnya.
Sementara itu, salah seorang pelatih Sepak Takraw Banyuwangi, M Salim Basulthana mengatakan pihaknya sudah menyiapkan metode dan model latihan yang dirasa aman bagi pelatih maupun di masa wabah Covid-19.
"Namun program latihan tersebut tetap efisien dan efektif bagi peningkatan kemampuan atlet baik kebugaran fisik, skill maupun mental para atlet," tegas Salim.
