Heboh Kendi Ajaib yang Bisa Tunjukkan Maling dan Berakhir Damai di Polsek Kalidawir
Reporter
Anang Basso
Editor
A Yahya
11 - Jun - 2020, 03:39
Kejadian heboh di desa Kalibatur Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung ini sebenarnya terjadi sejak akhir bulan Ramadan lalu atau tepatnya 19 Mei 2020. Kejadian yang dimaksud adalah adanya kendi ajaib yang konon dapat menunjukkan siapa pelaku kejahatan yang belum terungkap.
Bermula saat, rumah mbah Usrek (70) warga RT 2 RW 2 dusun Papar desa Kalibatur tidur sendiri di dalam rumahnya. Tiba-tiba di tengah malam, ada maling yang nekat masuk melalui pintu dapur.
Baca Juga : Produktif Bikin Karya meski Tak Mudik Lebaran untuk Hilangkan Kesedihan
"Saat maling masuk, mbah Usrek ini mendengar dan bertanya sinten (siapa), kemudian malingnya menjawab kulo (saya)," kata tokoh masyarakat Papar, Sukardi.
Sebelum mbah Usrek tahu, orang yang tak dikenal itu mengambil pakaian yang berupa rok dan menutup wajahnya.
"Di situ ada rok, kemudian diambil maling dan digunakan menutup wajah mbah Usrek sambil merampas perhiasan berupa kalung," ungkap Sukardi.
Begitu kalung emas seberat 20 gram berhasil dikuasai, maling yang tak dikenal itu pergi.
Pasca kejadian, warga ramai dan geram sehingga segera melakukan pencarian. Dengan menelusuri jejak kaki, warga berharap dapat menemukan siapa maling nekat itu.
"Hingga pagi hari, maling itu tak berhasil ditemukan," ujarnya.
Karena dusun Papar merupakan salah satu wilayah terpencil, warga curiga jika pelakunya bukan orang jauh.
"Apalagi ada seorang warga yang saat pencarian tidak tampak keluar rumah," paparnya.
Karena masih percayanya dengan mistis, seorang tokoh spriritual yang berinitial BS diminta agar menggunakan kemampuannya untuk mencari maling misterius itu.
Dengan menggunakan media berupa kendi, BS melakukan ritual, kemudian nama-nama warga dusun Papar disebut satu persatu. Anehnya, saat seorang warga berinisial SP disebut, kendi itu bergerak dan berputar.
"Berbekal dari kepercayaan ini, warga kemudian mendatangkan SP untuk dimintai keterangan dan diminta mengakui bahwa dirinya merupakan pelaku pencurian," tambahnya.
Baca Juga : Duel Maut saat Perang Uhud Berhasil Buat Pasukan Terdiam Sesaat
Karena tak merasa melakukan, SP bersikukuh membantah tudingan itu. Namun, warga tak mau melepas begitu saja sebelum pihak kepolisian datang untuk mengamankan SP.
"Saya datang juga ke lokasi, SP dilarang pulang beberapa jam dan diminta tetap mengakui bahwa dia pencuri. Namun, SP tidak mau mengaku sehingga akhirnya pihak kepolisian datang," kata ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Sukirno, Rabu (10/06/2020) saat dikonfirmasi melalui jaringan selular.
Karena tidak cukup bukti, SP tidak dapat di proses hukum. Namun, justru SP tidak terima dengan tuduhan yang dilontarkan warga itu, sehingga akhirnya SP melaporkan 8 warga yang dianggap telah mencemarkan nama baik dan melakukan tuduhan tanpa bukti.
"Delapan orang yang dilaporkan itu termasuk SP, tokoh spriritual dan pemilik kendi itu," kata Sukir.
Tak mau larut dalam masalah antar warga, Polsek Kalidawir memutuskan untuk dilakukan mediasi terhadap kedua belah pihak.
"Iya, sudah damai. Namun, akan saya cek dulu kepastian prosesnya. Jangan sampai ada polemik yang tidak ada manfaatnya di masyarakat," kata Kapolsek Kalidawir, AKP Santoso.
Melalui rumah Astuti (Agunge Sikap Tulung Tinulung), kedua belah pihak antara SP dan BS beserta tujuh warga lainnya telah dipertemukan untuk saling dapat memaafkan dan tidak mengulangi perbuatannya.
