Air Laut di Pesisir Malang Meluap hingga Bahu Jalan Lintas Selatan
Reporter
Tubagus Achmad
Editor
Yunan Helmy
29 - May - 2020, 01:30
Sejak Rabu (27/5/2020), wilayah pesisir di Malang Selatan diterjang banjir rob. Bahkan, air laut meluap hingga mendekati jalan lintas selatan (JLS), seperti yang terjadi di Pantai Bajul Mati, Gedangan, Kabupaten Malang.
Kepala Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangkates Malang Musripan mengungkapkan, terjadinya banjir pesisir atau peringatan dini banjir rob disebabkan perubahan tekanan udara di Samudera Hindia.
"Akibat ada perubahan tekanan udara di Samudera Hindia sebelah barat Australia. Sehingga perubahan tekan tersebut mengakibatkan angin kencang dan gelombang tinggi," ujarnya, Rabu (27/5/2020) malam.
Musripan mengatakan, tekanan udara yang mengakibatkan angin kencang serta gelombang cukup tinggi membuat air laut mengalami kenaikan hingga menerjang kawasan pesisir. "Karena ada pasang surut air laut, sehingga permukaan air laut meningkat dan mendorong perairan ke arah pantai," ungkapnya.
Selain itu, penyebab lainnya yakni pergantian musim di Indonesia. Peralihan dari musim hujan ke musim kemarau membuat peningkatan intensitas hujan yang melanda di hampir seluruh wilayah Indonesia setiap hari, termasuk wilayah Malang Raya, akhir-akhir ini.
"Bahwa akibat pergantian musim atau pancaroba dari musim hujan ke musim kemarau. Perubahan ini biasanya disertai peningkatan hujan, angin, dan petir," ungkap Musripan.
Berdasarkan laporan resmi yang dikeluarkan BMKG pusat, fenomena banjir pesisir atau peringatan dini banjir rob diperkirakan melanda beberapa kawasan wilayah di Indonesia. Antara lain di wilayah pesisir barat Lampung, pesisir selatan Pulau Jawa, pesisir Pulau Bali, dan pesisir Nusa Tenggara Barat.
Fenomena banjir pesisir melanda kawasan-kawasan tersebut sejak Rabu (27/5/2020) hingga Kamis (28/5/2020). Fenomena ini menyebabkan terganggunya aktivitas petani garam dan perikanan darat, transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan-pelabuhan kawasan tersebut.
Musripan mengimbau, dengan adanya fenomena banjir pesisir atau peringatan dini banjir rob ini, masyarakat lebih waspada untuk berkunjung ke pantai. Lebih-lebih warga yang bertempat tinggal di pesisir.
"Masyarakat yang berada di pantai diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampal banjir pesisir. Kemungkinan banjir rob (karena pasang surut air laut) sampai Kamis (28/5/2020)," pungkasnya.
