Tak Pulang Kampung, Mahasiswa di Jogja Dikirimi Bantuan oleh Bupati Jember
Reporter
Hirna Ramadhanianto
Editor
Dede Nana
15 - May - 2020, 10:55
Yogyakarta belum memberlakukan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kendati demikian puluhan mahasiswa asal Kabupaten Jember memutuskan memilih tetap tinggal dan tidak kembali ke kampung halaman.
Selain untuk mematuhi imbauan pemerintah guna mencegah penyebaran Covid-19, keputusan para mahasiswa tentunya mengundang konsekuensi bagi mereka seperti kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan harian dan terkendala kiriman dari orang tua.
Belakangan, kegelisahan mereka sedikit terobati setelah curahan hati mereka ditanggapi serius oleh Bupati Jember Faida. Pemkab Jember telah mengirimkan bantuan paket sembako, masker, dan sejumlah uang untuk biaya hidup di perantauan.
Sebanyak 42 paket bantuan dikirimkan oleh Pemkab Jember ke Asrama Putra Jember di Yogyakarta. Selanjutnya, paket tersebut bakal didistribusikan kepada mahasiswa baik yang tinggal di asrama maupun di kos dan kontrakan.
Sesuai data dari Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Jember di Jogjakarta (IKPMJ) per tanggal 22 April 2020 tercatat 52 orang mahasiswa masih berada di Jogjakarta. Dan, sepuluh di antaranya diketahui telah mendapatkan biaya hidup melalui beasiswa Pemkab Jember sehingga paket bantuan hanya diperuntukkan bagi 42 mahasiswa.
Fairus Emir, Ketua IKPMJ mengapresiasi langkah Pemkab Jember yang telah mengirimkan bantuan. Menurutnya, bantuan tersebut sangat diperlukan para mahasiswa yang berada di luar Jember di tengah pandemi Covid-19.
Bersamaan dengan paket bantuan tersebut Bupati Faida juga melampirkan surat yang mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada para mahasiswa yang memilih untuk tidak pulang kampung.
