Profesor UB Sebut Konsentrasi NO2 Turun Signifikan Sebabkan Langit Kembali Biru

Reporter

Imarotul Izzah

Editor

Yunan Helmy

09 - May - 2020, 01:54

Langit biru. (Foto: Zico Bonetti for MalangTIMES)


Meski melakukan isolasi diri di rumah, sesekali tengoklah langit. Di beberapa daerah, jika sedang tidak mendung atau hujan, warna langit tidak keruh lagi, melainkan tampak bersih dan berwarna biru. 

Tentu pemandangan yang seharusnya biasa seperti ini sebelumnya jarang ditemui di kota-kota besar yang memproduksi banyak polusi. Namun, kini, langit di kota-kota besar seperti Jakarta sekalipun kembali berwarna biru.

Pakar biologi tanah dan ekologi perakaran Universitas Brawijaya (UB) Malang Prof Dr Ir Kurniatun Hairiah menyatakan, kembalinya warna langit menjadi biru ini disebabkan oleh turunnya konsentrasi NO2. NO2 merupakan gas berbahaya yang dipancarkan oleh kendaraan bermotor, pembangkit listrik, dan fasilitas industri.

Kurniatun mengatakan, penurunan NO2 ini berhubungan dengan diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang bertujuan menekan penyebaran covid-19. "PSBB di beberapa daerah telah menurunkan konsentrasi NO2 secara signifikan dan membuat terjadinya peningkatan kualitas udara di beberapa daerah, seperti di Jakarta," ucapnya.

Guru besar UB ini menjadi salah satu pembicara dalam Webinar Series 1 bertajuk "Rakyat, Ekologi dan Ketahanan Pangan dalam Menghadapi Pandemi" belum lama ini. "Efek PSBB ini membuat langit di beberapa daerah di Indonesia kembali berwarna biru. Hal ini tentunya karena pada umumnya pandemi Covid-19 banyak terjadi di daerah dengan tingkat polusi udara yang tinggi," sambungnya.

Kurniatun menjelaskan, berdasarkan data dari WHO, pengurangan jumlah traffic di beberapa daerah seperti di Wuhan, China, dengan  11 juta penduduk yang terkena lockdown, menurunkan konsentrasi NO2 secara signifikan. "Berdasarkan peta satelit, efek lockdown bisa dilihat pada perbedaan warna langit pada  Januari dan Februari. Jika pada Januari warna langit berwarna oranye atau merah, maka pada Februari warna langit sudah menjadi biru," ungkapnya.

Selain merusak keindahan langit, NO2 yang tinggi juga dapat mengganggu saluran pernapasan manusia. Paparan dalam jangka pendek dapat memperparah penyakit pernapasan, terutama asma, yang menyebabkan gejala pernapasan seperti batuk dan sulit bernapas. 


Topik

Lingkungan, malang berita-malang berita-hari-ini Universitas-Brawijaya-Malang Pakar-biologi-tanah-dan-ekologi-perakaran-UB-Malang Profesor-UB Prof-Dr-Ir-Kurniatun-Hairiah Sebut-Konsentrasi-NO2-Turun-Signifikan Sebabkan-Langit-Kembali-Biru,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette