Direncanakan Sejak Tahun Lalu, Akad dan Resepsi Pernikahan Putri Dosen UB Ini Terpaksa Ditunda karena Corona

Editor

Heryanto

19 - Mar - 2020, 12:47

Suasana rumah depan calon mempelai yang nampak sepi tak terlibat akan digelarnya pesta. Yang terlihat hanya pekerja yang mencopoti kelambu tenda (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)


Merebaknya virus Corona di berbagai belahan dunia, memang menjadi momok yang mengerikan saat ini. 

Berbagi sektor di dunia, mulai dari ekonomi, kesehatan hingga kondusifitas atau kedamaian di berbagai tempat ikut terganggu. 

Bukan hanya itu saja, merebaknya wabah virus yang bernama lain Covid 19 itu juga mengganggu kebahagiaan sepasang kekasih yang akan melangsungkan pernikahan.

Seperti halnya kasus di Kota Malang. Dua orang mempelai bernama Ilma Triana Shafira dan Hendi Permadi, terpaksa melakukan penundaan pernikahan mereka akibat Covid 19 yang kini semakin merebak tersebut. 

Ditelusuri di kediaman mempelai perempuan yang ada di Perumahan Bukit Hijau Blok F nomer 115, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, jelang hari akad pernikahan yang semestinya berlangsung pada Jumat, 20 Maret 2020, pukul 09.00 WIB, suasana masih nampak sepi.

Meskipun tenda berukuran besar sudah terpasang dan siap menjadi saksi pernikahan kedua mempelai tersebut, saat ini malah akan dibongkar. 

Di lokasi juga tak nampak deretan kursi yang berjejer seperti layaknya persiapan gelaran pesta pernikahan. 

Puluhan kursi masih nampak tertumpuk rapi di depan teras rumah. 

Kelambu yang menutupi tenda dan juga karpet yang akan menjadi alasan para tamu undangan untuk berkunjung saat ini juga masih nampak terlipat rapi di depan rumah.

Di lokasi tersebut yang terlihat hanya suasana saat seorang pekerja mencopoti kelambu tenda.

Tak nampak aktivitas mencolok berkaitan dengan pesta pernikahan yang dilakukan oleh pemilik rumah. 

Begitupun suasana di sekitar rumah mempelai juga nampak sepi. 

Saat tiba di sana, di tengah situasi yang sepi wartawan media ini sempat mengucapkan salam beberapa kali. 

Namun meskipun sempat beberapa kali mengucapkan salam, tak juga kunjung ada jawaban dari si empunya rumah.

Namun setelah beberapa saat, salam dari wartawan kemudian mendapatkan balasan.

Seorang pria paruh baya keluar menyambut.

Ternyata pria tersebut merupakan sang pemilik rumah, yang notabene merupakan ayah sang mempelai pengantin perempuan. 

Pria tersebut diketahui bernama Dr. Ir. Adam Iryawan, MS.

Adam menyambut baik kedatangan kami. Ia kemudian mempersilakan duduk wartawan di kursi depan teras rumah dan mengizinkan kami menanyakan perihal penundaan peernikahan sang anak. 

Pelan tapi pasti, ia menceritakan dan membenarkan penundaan pernikahan sang anak dikarenakan adanya instruksi dari pemerintah berkaitan dengan wabah Covid-19 yang merebak di berbagai daerah.

Penundaan tersebut memang merupakan inisiatif atau kesepakatan pihak keluarga. 

Pihak keluarga telah melakukan perundingan baik dengan mempelai maupun dengan pihak besan tentang penundaan hari pernikahan ini.

Selain penundaan oleh keluarga perempuan, pelaksanaan unduh mantu di kediaman mempelai laki-laki juga ikut ditunda. 

"Ya bagaimana karena situasinya seperti ini, kesepakatan setelah berunding untuk ditunda. Baru tadi malam diambil keputusan. Kami putuskan H- 2 untuk ditunda. Kalau tidak ditunda nanti tamu malah ragu atau takut mau datang," ungkap pria yang sehari-hari mengajar di Fakultas MIPA UB tersebut.

"Kalau misalnya jadi digelar, nanti nggak dapat izin kan malah merugikan saya. Kalau nggak cepat ngambil keputusan ya malah rugi besar. Cathering sudah pasti masak, tapi kemudian acara ditunda," tambahnya.

Lebih lanjut diceritakan Adam, akibat ditunda atau diundurnya pernikahan sang putri, memang diakui pasti menimbulkan kerugian. 

Mulai dari sewa gedung yang akan digunakan resepsi pada tanggal 21 Maret 2020, pesanan catering, dekorasi, perias pengantin harus ditunda sehingga secara finansial ia merasa rugi.

"Tidak ada yang hangus (biaya sewa), cuma mungkin beberapa ada yang balik beberapa persen, atau mungkin juga ada yang nantinya nambah. Seperti catering kan mungkin kayak bahan-bahannya mungkin sudah beli, jadi mungkin bisa jadi nambah. Untuk total (nominal kerugian uang) belum bisa ngitung. Yang jelas ya undangan yang sudah cetak dan tersebar. Kalau berapa nominalnya belum tau jumlahnya. Belum bisa ngitung," terang Adam.

Selain itu, sambil sesekali menghela nafas dan dengan nada bicara pelan, Adam kembali menceritakan mundurnya hari pernikahan anaknya juga otomatis membuat dirinya memberikan informasi terhadap ratusan para tamu undangan yang telah menerima undangan.

Para tamu undangan dari total 750 undangan yang tersebar untuk resepsi, satu persatu oleh Adam dan pihak keluarga dikabari jika akad dan resepsi pernikahan ankanya ditunda. 

Dalam menginformasikan penundaan tersebut, pihaknya memanfaatkan media sosial maupun mendatangi langsung para undangan.

Selain kerugian finansial, diakui Adam, dampak dari penundaan ini juga berpengaruh pada psikologis mempelai. 

Pasalnya dikatakan Adam jika persiapan untuk pernikahan telah lama disiapkan sejak dari setahun yang lalu termasuk dalam sewa gedung.

"Ya merasa kecewa, sudah rencana lama sejak setahun lalu, ya meskipun menyadari tapi rasa kecewa ada. Apalagi gedung untuk resepsi di Sasana Krida sudah sejak setahun yang lalu sewanya. Untuk mendapatkan jadwal gedung juga susah. Kalau itungan bulan malah nggak dapat gedungnya, ya berdasar pengalaman teman-teman," ujarnya.

Terakhir pihaknya berharap agar wabah Covid 19 ini bisa segera mereda sehingga pernikahan anaknya bisa segera kembali dilaksanakan.

 


Topik

Peristiwa, malang berita-malang berita-hari-ini virus-corona siaga-corona corona-di-malang Kota-Malang Akad-dan-Resepsi-ditunda Putri-Dosen-UB Ilma-Triana-Shafira Hendi-Permadi Perumahan-Bukit-Hijau-Blok-F-nomer-115-Kelurahan-Tlogomas-Kecamatan-Lowokwaru,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette