90 Persen UMKM di Kota Malang Masih di Level Mikro, Perlu Percepatan dari 1.0 ke 4.0

Reporter

Nurlayla Ratri

Editor

Heryanto

14 - Sep - 2019, 11:51

Foto Ilustrasi


Era industri 4.0 yang dicanangkan pemerintah pusat tampaknya masih cukup sulit diikuti oleh para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kota Malang. 

Dari ratusan ribu pelaku yang ada, 90 persen di antaranya masih berada di level mikro. 

Mereka umumnya masih mengandalkan mekanisasi atau industri 1.0 yang pelaksanaannya menggunakan sistem manual. 

Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang mencatat bahwa mulai banyak industri usaha kecil menengah (UKM) yang pemasarannya menggunakan ekonomi digital. 

Tetapi sebagian besar hanya menggunakan jaringan listrik atau industri berbasis 2.0 maupun 3.0 yang baru menggunakan komputer. 

Kepala Dinkop dan UKM Kota Malang Tri Widyani Pangestuti mengungkapkan bahwa di era UKM ini, perkembangannya di Kota Malang cukup luar biasa. 

"Sejak 2015 hingga saat ini, pertumbuhannya pesat. Data kami, UKM yang ada sekitar 116 ribu pelaku, tapi 90 persen masih di level usaha mikro," ujar Yani, sapaan akrabnya. 

Kondisi yang sudah menggeliat ini, lanjut Yani, menjadi perhatian pemerintah. 

"Otomatis perekonomian akan tumbuh di situ. Visi misi wali kota, menempatkan ekonomi kerakyatan ke arah ekonomi kreatif (ekraf) juga membuka peluang besar," terangnya. 

"Biasanya usaha UKM masih konvensional dan banyak persoalan yang harus dituntaskan," lanjutnya. 

Menurut Yani, ada empat permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM untuk meningkatkan taraf dari 1.0 ke 2.0. 

Mulai dari kualitas produk, standarisasi, permodalan, dan pemasaran. 

Sehingga, saat ini peran pemerintah lebih pada mencari formula pendampingan yang perlu dilakukan terus-menerus. 

Hal tersebut agar pelaku UMKM benar-benar siap menjalankan bisnis. 

"Pendampingan yang sudah kami lakukan contohnya membuat klinik usaha mikro," sebutnya. 

"Saat ini, yang mendominasi di Malang ada beberapa. Termasuk kuliner, fashion, kriya, dan yang menonjol lagi UKM digital yakni startup animasi, aplikasi dan game," pungkasnya.


Topik

Ekonomi, malang berita-malang usaha-mikro, -kecil-dan-menengah usaha-mikro, -kecil-dan-menengah-di-Kota-Malang ekonomi-kreatif,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette