Horor, Inilah Tiga Tempat Keramat di Tulungagung

Reporter

Anang Basso

Editor

Yunan Helmy

02 - Oct - 2018, 06:15

Gadung Melati, salah satu tempat yang dianggap keramat di Kalidawir. / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES


Untuk menjadi kaya materi, normalnya adalah bekerja keras untuk mendapatkan harta. Namun di Tulungagung, ada kepercayaan jika melakukan ritual tertentu, maka kekayaan akan didapatkan dengan cara mudah dan pintas.

Selain yang sudah terkenal, yaitu ritual pesugihan Gunung Bolo di Desa Bolorejo atau tepatnya di makam Roro Kembang Sore dan makam Ngujang (kethekan) di Kecamatan Kedungwaru, ternyata ada tiga tempat lain yang dikenal memiliki cerita mistis yang menyeramkan.

1. Gadung Melati 

Tempat keramat berupa batu yang dikenal dengan daerah Gadung Melati ini selain angker juga dikenal mampu "mengabulkan" permintaan bagi yang mau nyadran di sana. 

Gadung Melati merupakan makam tunggal yang dilestarikan oleh warga masyarakat Kalibatur, khususnya warga masyarakat Dusun Sine, karena dipercaya merupakan tokoh yang babat Desa Kalibatur. 
"Lokasi untuk menuju pemakaman Gadung Melati cukup mudah dijangkau, tetapi melewati muara yang dapat ditempuh kapal atau perahu kecil," kata Sukirno (50), tokoh masyarakat Kalibatur. 

2. Pasetran Gondo Mayit 

Ada dua versi letak Gua Pasetran Gondo Mayit ini. Ada yang mengatakan berlokasi di Desa Sine. Namun menurut Sukirno, sebenarnya gua ini masuk dalam daerah Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung.  "Tapi orang mengenal ini masuk daerah Kalibatur. Sebenarnya sudah wilayahnya Jengglungharjo," ungkap Sukirno.

Gua ini sebenarnya dikenal dalam golongan gua arkeologi karena konon di dalam gua banyak ditemukan pecahan-pecahan tembikar, hiasan dari tutup siput, kapak tipois pemotong kulit siput dan yang lainnya. "Itu kisahnya tempat pembuangan mayat warga luar, jika tidak salah India atau Pakistan. Pada saat saya masih kecil, banyak tulang belulang yang diambil. Mereka mati karena mendhem gadung," kata Sukirno. 

Gadung adalah tumbuhan yang bisa di oleh menjadi kerupuk dan makanan lain. Namun jika diberikan dalam keadaan basah, gadung bisa membuat orang keracunan. 

Versi lain yang dikenal, gua ini kisahnya zaman dahulu kala ada sebuah perahu yang pernah mendarat yang kemudian diketahui merupakan rombongan perompak. Jumlah awak kapal dikisahkan sebanyak 44 orang dan saat mendarat merampok penduduk dan meminta agar demang Sine menyerahkan istrinya. Demang yang dikenal banyak akal itu konon bernama Tatakriyak dan berani menolak tegas. 

Dalam suatu kesempatan, tamu yang merupakan perompak itu dihibur dengan seni tayub. Bukan tuak yang disuguhkan, namun ki Demang memberi air gadung yang juga berefek mabuk. 

Dalam keadaan mabuk, penduduk yang merasa kesal itu kemudian mengeroyok perampok itu. Tak pelak 40 orang perampok tewas dan empat yang selamat kemudian melarikan diri ke lautan dan yang mati dibuang ke dalam gua yang kemudian dinamakan Gua Pasetran Gondoml Mayit.

Karena longsor, gua ini telah terpendam. Jika ritual minta sesuatu, bisa dilakukan di bibir gua. "Jika berhasil, nazarnya harus dipenuhi. Jika tidak, maka taruhannya orang yang minta tadi," cerita Sukirno.

Biasanya yang berhasil melakukan selamatan dengan memotong kambing sebagai sesaji pada "makhluk gaib" penunggu pasetran 

3. Tumpak Kepuh 

Punden yang juga tak kalah angkernya ini menurut Sukirno terletak di desa Jenglungharjo atau tepatnya di desa Ngelo. "Pasetran Gondo Mayit dan Tumpak Kepuh itu masuk Dusun Ngelo, banyak orang yang datang dari luar daerah untuk mencari pesugihan," kata Isnu Hartono, sekretaris desa Jenglungharjo

Sudah sering orang datang meminta sesuatu dengan ritual yang di tentukan, namun yang menjadi ciri khas adalah harus menyembelih kambing. "Syaratnya kambing, ritualnya nanti di tentukan mbah Sumidi sebagai juru kunci," terang Isnu

Biasanya, jika janji tidak ditepati, orang yang meminta pesugihan atau berkah lain akan menemukan bala atau musibah. (*) 


Topik

Agama, berita-tulungagung Tiga-Tempat-Keramat-di-Tulungagung Gadung-Melati Pasetran-Gondo-Mayit Tumpak-Kepuh,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette