Viral, Santri Ini Menaruh Surat Buat Ibunya Bersama Surat Tilang di Bawah Bantal, Isinya Bikin Menangis Haru
Reporter
Anang Basso
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
09 - Jul - 2018, 07:35
Gara-gara tidak patuh nasihat ibunya, seorang siswa yang masih kelas 2 SMP di salah satu pondok pesantren, Rowi (14) warga Karanganom Kauman menulis surat pada ibu tercintanya yang bikin haru. Surat yang ditemukan ibunya di bawah bantal tempat tidur itu berisi tentang penyesalan atas perbuatannya yang membuatnya harus berurusan dengan polisi karena motor yang dia bawa kena tilang saat di jalan.
"Ditilang Hari Sabtu, Anaknya pamit kembali ke pondok dan di bawah bantal ibunya menemukan surat itu," kata Imam yang mengunggah foto surat dari Rowi dan bukti tilang dari Polisi
Imam mengaku kasihan sama ibu si anak yang bernama Surya Sari (40) karena sempat menangis membaca surat anaknya yang ditemukan di bawah bantal
"Ibunya menangis, kan anaknya itu libur selama 2 minggu dirumah. Ibunya sudah menasihati agar tidak bawa sepeda motor, tapi anaknya ngengkel akhirnya kena tilang itu," tutur Imam
Setelah kena tilang, menurut Imam, Rowi tak bisa tidur. Ibunya yang tau tidak tau apa alasannya, karena Rowi juga tidak bercerita tentang apapun pada ibunya.
"Anak itu sempat tidak bisa tidur sebelum balik ke pondok, ternyata setelah dia kembali ke pondok ditemukan surat itu," jelasnya
Sementara itu, Surya Sari yang merupakan istri dari Anis Fathoni (45) mengaku sedih membaca surat dari anaknya yang tiba-tiba kembali ke pondok tanpa pamit.
"Anak saya kemarin hari Sabtu didatengin temenya diajak keluar, awalnya saya gak ngizinin karna naik montor. Izinya cuma sebentar dan dekat ternyata hari Minggu anak saya kembali ke pondok tidak bilang apa-apa cuma nunduk dan tadi pagi saya bersih-bersih kamar di bawah bantal nemu surat itu," ungkap Sari masih sedih

Tangis haru Sari yang mendapat surat tak terduga dari anak kesayangannya itu membuat tetangga tau dan memfoto surat yang dimaksud serta mengunggah ke media sosial.
Inilah isi surat yang ditulis Rowi, diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.
Bu, aku minta maaf ya bu. Kemarin aku tidak mendengarkan nasihat ibu, sekarang saya menyesal karena tidak mendengar nasihat ibu. Sekali lagi aku minta maaf ini akibatnya.
Sebenarnya aku tidak mau menambah pikiran ibu karena aku sudah makin gede, terus saya akan menabung untuk membantu ibu karena saya tidak bisa omong langsung. Saya takut ibu marah, makanya saya menulis surat ini untuk ibu.
Sekarang aku tidak usah diberi sangu, untuk ngurus (surat tilang) itu saja uang saku saya dan makanya kemarin aku tidak mau ibu belikan sepatu. Ini alasanku, bapak kerja jauh kok aku bikin masalah dan aku tidak mau begini sama ibu. Aku menyesal
Bu, aku paham uang ibu sudah habis dan hutang nya banyak. Tapi bagaimana lagi ini sudah nasib terjadi, aku yakin jika ibu melihat surat tilang itu ibu akan lemas.
Selama ini aku selalu menyusahkan ibu, Ini nasib bu, jangan marah. Aku takut jika ibu marah, jika ibu marah aku akan tambah kepikiran lagi. Matur suwun ya bu, Rowi sayang ibu dan bapak
Hingga surat viral di media sosial, Rowi kembali di pondok sedangkan ayahnya bekerja di Jakarta.
