Mengenal Lebih Dekat Triyo Saputra, Tukang Kendang Cilik yang Sudah Keliling Panggung
Reporter
Mardiano Prayogo
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
08 - Jan - 2018, 03:55
Bila dilihat sekilas Triyo Saputra terlihat seperti anak usia sembilan tahun pada umumnya. Namun saat dihadapkan dengan kendang tangan-tangan mungilnya menghasilkan suara kendang sekelas pengendang profesional.
Keahliannya dalam memainkan kendang di usia anak-anak inilah membuatnya melenggang ke ibu kota menjadi bintang tamu di acara Hitam Putih Trans 7. Ternyata kemampuannya tak terbantahkan lagi ketika BlitarTIMES mengunjungi rumahnya di Desa Bendosewu RT/RW 01/02 Kecamatan Talun Kabupaten Blitar pada Minggu (7/1/2018).
Sama seperti yang diungkapkan dalam acara Hitam Putih, Triyo mengatakan kalau dia bisa bermain gendang karena hobi. Hobinya ini dimulai dari klotekan perkakas kaleng cat dan timba sejak usianya 7 tahun.
“Hobi saya bermain gendang. Sejak umur 7 saya belajar gendang pakai kaleng,” ucap Triyo polos.
Rupanya hal tersebut diapresiasi oleh keluarganya. Dia dibelikan gendang sungguhan bahkan sekarang dia sudah mempunyai studio sederhana berisi drum dan orgen untuk latihan.
“Sama suka gendangan dari Palapa dan The Rosta. Pernah dibelikan DVDnya oleh bapak untuk belajar,” katanya terlihat paham akan dunia permusikan dangdut.
Sementara itu Sukarlan (48) bapak dari Triyo mengaku bangga mempunyai anak yang berbakat. Mengingat bakat yang dimiliki anaknya tergolong langka dengan usia masih anak-anak sudah pandai bermain gendang. Bahkan sudah bisa menghasilkan uang sendiri dari panggilan manggung main gendang.
Triyo Saputra (9) berlatih bermain gendang bersama kakaknya Dwi Aditya (12) yang bermain orgen saat ditemui BlitarTIMES Minggu (7/1/2018)
“Banyak yang suka karena heran masih kecil gendangannya sudah bagus. Hingga banyak tawaran mengajak bermain di acara seperti mantenan atau acara desa. Kalau di bulan tertentu seperti bulan Agustus lalu sebulan bisa ada 10 jadwal manggung,” ujarnya.
Sukarlan mengatakan Triyo yang pandai bermain musik berkat suppor dari keluarga kecilnya. Awalnya gendang dipinjamkan ke dari teman. Lalu mengetahui bakat terpendam anaknya, Sukarlan akhirnya nekat membelikan gendang sungguhan meski harus merogoh uang tabungan.
“Saya usahakan beli gendang dan kini Alhamdulillah sudah membelikan drum dan orgen. Serta kakaknya ini Dwi Aditya (12) yang menemani Triyo bermain gendang dengan mengiringinya pakai orgen,” tuturnya.
Dia berharap anaknya ini terus berprestasi. Dilihat dari usia anak-anaknya yang masih muda sudah pandai bermain musik seperti Triyo dan Kakaknya yang sering berkolaborasi.
“Bagi orang tua senang melihat anak-anak berkreasi. Jadi orang tuanya cukup menyuport saja buat masa depannya. Kalau mereka dapat manggung dari saweran atau bayarannya saya tabungkan ke koperasi desa buat masa depan mereka,” kata Suparlan.
Triyo Saputra saat diundang di acara Hitam Putih Trans 7
Suparlan mengungkapkan kalau anaknya ini juga punya cita-cita tinggi. Seperti dalam acara Hitam Putih Triyo mengatakan kalau cita-citanya adalah jadi penggendang profesional. Rupanya hal tersebut tidak diajarkan olehnya melainkan spontan dari mulut anaknya.
“Saya juga kaget kok bisa bilang cita-citanya jadi penggendang profesional. Tapi kalau dilihat kesehariannya dia selalu bermain gendang tanpa mengeluh lelah. Malah dia terakhir bilang ingin kolaborasi dengan Pak Malik pemain gendang dari The Rosta,” paparnya. (*)
