Di Alas Purwo, Ada Pohon Pisang "Berbuah" Telur

Reporter

Syamsul Arifin

Editor

Redaksi

29 - Dec - 2015, 08:37

Pohon pisang hias berbuah telur dalam perayaan maulid di Pondok Pesantren Al Hikam di Taman Nasional Alas Purwo. (Foto: banyuwangitimes)


Ratusan warga berbusana muslim ala Jawa, lengkap dengan blangkon, beberapa saat lalu (28/12/2015) berkumpul di Taman Nasional Alas Purwo, di Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi. Mulut mereka komat – kamit membaca ayat Allah.

Sambil bersila, warga dari seantero nusantara tersebut menghadap pada sebuah pohon yang hanya ada satu kali dalam setahun. Yakni pohon pisang "berbuah" telur.

Dan dipenghujung acara, setelah dikomando sesepuh pemimpin acara, mereka langsung berebut buah pohon pisang ini.

Ya, begitulah suasana perayaan maulid Nabi Muhammad SAW, yang digelar jamaah pondok pesantren Al Hikam, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Tak seperti kebanyakan, ponpes asuhan KH Mas Syaifullah Ali Bagiono, setiap tahun justru memilih hutan belantara sebagai lokasi merayakan hari kelahiran Nabi. Padahal, sudah bukan rahasia lagi, Alas Purwo, adalah hutan yang terkenal dengan keangkerannya.

“Seperti kebiasaan Nabi Muhammad, mencari tempat yang sepi untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah,” ucap Kiai yang akrab disapa Abah ini.

Tapi, meskipun berada di tempat yang ‘Wingit’, pohon pisang berbuah telur bukanlah sebuah keajaiban. Melainkan sudah menjadi tradisi warga Banyuwangi setiap maulid. Mereka selalu menghias batang pohon pisang dengan telur ayam rebus. Telur itu melambangkan sebuah kelahiran.

Seperti acara tahun – tahun sebelumnya, selalu mengangkat sebuah tema sebagai bahan diskusi panca istighosah dan doa. Kali ini, tema yang disusung adalah ‘Islam Nusantara untuk Nasionalisme dan Mencegah Radikalisme’.

“Karena sudah jelas, paham Islam Nusantara adalah Islam yang bisa menghargai perbedaan. Dan saat seluruh manusia bisa saling menghargai, yang muncul adalah Nasionalisme,” jelas KH Mas Syaifullah Ali Bagiono.

Dan jika itu sudah tercapai, sambungnya, tak akan ada pihak atau kelompok manapun yang akan berbuat radikal.

Pada tausyiahnya, Kiai yang juga tokoh sejarawan ini juga menyebut bahwa Islam Nusantara adalah faham yang paling tepat bagi negara Indonesia. Selain mampu meminimalisir adanya kelompok yang merasa paling benar, juga bisa menutup celah pembeda pada keberagaman suku yang ada.

Acara yang digelar di hutan tempat orang bertapa tersebut di ikuti oleh perwakilan umat muslim se Indonesia. Diantaranya, dari Sumatera, Kalimantan, Bali, Lombok dan lainnya. Diawali dengan Istighosah akbar, tausyiah, pembacaan doa dan ditutup dengan berebut telur buah dari pohon pisang hias. (*)


Topik

Peristiwa, Berita-Jatim, Berita-Banyuwangi, Maulid-Nabi,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette