BANYUWANGITIMES - Jelang hari raya Idul Adha, penjualan sapi lokal untuk kurban di sejumlah pasar hewan di Kabupaten Banyuwangi, justru anjlok. Hal ini disampaikan, Sugiyono, pedagang sapi lokal, di pasar hewan Kecamatan Glenmore.
Menurutnya, turunnya minat warga membeli sapi lokal akibat adanya ketidak stabilan harga. Harga cenderung naik tak beraturan hingga 20 persen lebih. Disebutkan, saat ini, sapi lokal seberat 3 kwintal, 5 juta rupiah lebih mahal dari harga sebelumnya, yang hanya 15 juta rupiah. Sedang untuk sapi jenis Limosin dan Smental dengan bobot diatas 3 kwintal, dibanderol 30 juta rupiah. Padahal harga sebelumnya hanya sekitar 25 juta rupiah.
“Harga naik dan tidak stabil, jadi minat warga membeli sapi lokal jadi menurun,” kata Sugiono, Sabtu (12/09/2015).
Ditambah dengan banyaknya sapi impor, lanjutnya, membuat para pedagang sapi lokal makin terpuruk. Apalagi, sapi impor dijual dengan harga di bawah jenis sapi lokal. Akibatnya, pedagang sapi lokal harus menelan kerugian biaya transportasi. Karena harus membawa pulang kembali sapi dagangan mereka.
Para pedagang menduga, fenomena perbedaan harga sapi lokal dan sapi impor tersebut adalah ulah para pedagang modal besar. Peran campur tangan pemerintah untuk menstabilkan harga jual sapi sangat diharapkan oleh pedagang.
“Kita pedagang, sangat mengharapkan kepedulian pemerintah untuk ikut mengatur harga. Jika seperti ini terus, peternak dan pedagang sapi lokal bisa gulung tikar,” pungkasnya. (*)
