Problematika Pendidikan Keperawatan di Era Pandemi Covid-19 | Jatim TIMES

Problematika Pendidikan Keperawatan di Era Pandemi Covid-19

Sep 15, 2021 14:45
Yuli Akriyanti Guru Produktif Asisten Keperawatan  SMK Kesehatan Mulia Husada Sumenep (Foto:Ist/JTN)
Yuli Akriyanti Guru Produktif Asisten Keperawatan SMK Kesehatan Mulia Husada Sumenep (Foto:Ist/JTN)

JATIMTIMES - Covid-19 masih menjadi permasalahan kesehatan di seluruh dunia. Banyak sektor yang terdampak dari kondisi pandemi COVID-19, termasuk sektor pendidikan keperawatan.

Pemberlakuan PPKM oleh pemerintah menjadikan penyelenggara pendidikan keperawatan harus merubah metode pembelajaran. Di sisi lain, penyelenggara pendidikan dituntut untuk dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas, walaupun dengan metode pembelajaran online atau PJJ. 

Baca Juga : PKBM Al-Amin Gelar ANBK Mandiri

Saat pandemi berlangsung, semua aktivitas proses belajar mengajar menjadi terdampak dan berubah, termasuk pendidikan keperawatan. Kondisi yang saat ini terjadi, pendidikan keperawatan mengalami dilema.

Di satu sisi, mereka memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan lulusan yang berkompeten dan berkualitas, sehingga timbul keinginan untuk melanjutkan proses pembelajaran dan praktik lapangan untuk memenuhi target kompetensi.

Namun di sisi lain, proses pembelajaran tersebut sangat beresiko terhadap keselamatan peserta didik. Sehingga muncul pilihan lainnya untuk menarik peserta belajar dari pusat-pusat pembelajaran lapangan keperawatan baik Rumah Sakit ataupun Komunitas dan mengganti metode pembelajaran menyesuaikan dengan era pandemi.

Hampir semua sektor pendidikan beralih pada sistem pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan jaringan internet. Hal ini dilakukan agar dapat memfasilitasi proses pembelajaran untuk tetap berlangsung.

Kondisi ini mengharuskan tenaga pendidik untuk menyesuaikan dengan zamannya, bahwa di era pandemi seperti saat ini menjadi tantangan dan problematika pendidikan dimana tenaga pendidik tidak boleh gaptek, harus lebih kreatif dalam menyampaikan pelajaran dan membuat media pembelajaran inovatif sehingga akan menghasilkan proses kegiatan belajar mengajar yang efektif dan interaktif.

Salah satu yang dapat dilakukan oleh tenaga pendidik dalam upaya penyesuaian pembelajaran dimasa pandemi COVID-19 adalah dengan pembelajaran animasi menggunakan power point, pre test – post test menggunakan Quizizz, LKPD atau lembar kerja peserta didik menggunakan aplikasi Canva, meningkatkan kegiatan belajar interaktif dengan mengajak peserta didik untuk dapat mengidentifikasi masalah, menganalisis masalah, menyimpulkan masalah, dan mampu memberikan solusi. 

Baca Juga : Presidensi G20 Tahun 2022 Siap Digelar, Pemerintah Optimalkan Manfaatnya untuk Indonesia

Praktik pembelajaran keperawatan di masa pandemi tidak hanya diperlukan untuk dilakukan strukturalisasi ulang pada pembelajaran, tapi juga dituntut adanya perubahan sikap pengajar, dan peserta didik dalam melakukan praktik pembelajaran. Praktik pembelajaran diharapkan dilakukan dengan lebih inovatif seperti pembuatan video, modul praktik yang tetap mempertahankan sikap terampil, diskusi dan interaksi pada setiap mata ajaran yang dikemas dalam pola pembelajaran jarak jauh.

Pandemi menyebabkan perubahan pola pembelajaran dari langsung menjadi daring menyebabkan penigkatan stress kepada peserta didik. Pembelajaran keratif, inovatif, dan interaktif menggunakan media teknologi dan informasi dianggap menjadi solusi dalam mengatasinya.

Dalam tuntutannya di masa pandemi ini, penyelenggara pendidikan keperawatan harus mampu mencetak lulusan yang profesional dan kompeten. Pengalihan praktik rumah sakit kepada praktik laboratorium dianggap layak untuk memenuhi kompetensi yang diinginkan, sehingga penyelengara pendidikan tetap mampu memfasilitasi peserta didik keperawatan untuk tetap mendapatkan kompetensi yang telah ditetapkan.

Oleh : Yuli Akriyanti, S.Kep.,Ns
Guru Produktif Asisten Keperawatan SMK Kesehatan Mulia Husada Sumenep

Topik
opini jatimtimes

Segala opini, saran, pernyataan, jasa, penawaran atau informasi lain yang ada pada isi/konten adalah tanggungjawab penulis bukan JatimTIMES.com.
Kami berhak menolak atau menyunting isi konten yang tidak sesuai dengan kode etik penulisan dan kaidah jurnalistik.
Kami juga berhak menghapus isi/konten karena berbagai alasan dan pertimbangan dan tidak bertanggungjawab atas kegagalan atau penundaan penghapusan materi tersebut.

Berita Lainnya