01/12/2022 Pulih dari Gejala Covid-19 dengan Meningkatkan Imunitas melalui Aspek Psikologis | Jatim TIMES

Pulih dari Gejala Covid-19 dengan Meningkatkan Imunitas melalui Aspek Psikologis

Jul 28, 2021 09:14
Imam Ghazali, S.Kep.,Ns Akademisi dan Praktisi Keperawatan (Foto:Ist/Jatimtimes.com)
Imam Ghazali, S.Kep.,Ns Akademisi dan Praktisi Keperawatan (Foto:Ist/Jatimtimes.com)

 

Berbagai upaya telah dilakukan melalui penanganan medis hingga dibentuk gugus tugas Covid 19 demi terbentuknya kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, termasuk pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat.

Namun, pendekatan psikologis tidak bisa diabaikan begitu saja dalam menghadapi era pandemi Covid 19. Diakui pandemi Covid 19 membawa dampak psikologis yang besar. Oleh karena itu, perlu juga dilakukan peningkatan imunitas dengan cara melalui aspek psikologi.

Baca Juga : Viral Hasil Tes Antigen Jadi Positif setelah Disiram Air, Ini Faktanya

Dampak psikologis akibat Covid-19 menjadi tantangan bagi ahli psikologi untuk menerapkan teori ke dalam praktik terapi. Praktik ini menyajikan berbagai asumsi kemanjurannya dalam mengatasi problema psikologis akibat Covid 19. Dua hal paling utama : 

Pertama, pandemi Covid 19 memicu gangguan emosional, perilaku, bahkan gangguan fisiologis. Permasalahan psikologis meliputi stres, kecemasan, gejala depresi, insomnia, kemarahan, ketakutan global, stigmatisasi, obsesif kompulsif, psikosomatis, serta bias kognitif.

Kedua, penerapan terapi yang meliputi psikodinamika, terapi perilaku, terapi kognitif, terapi client centered, mindfulness therapy, dan terapi naratif. Sedangkan teknik terapi bagi pasien Covid 19 meliputi asosiasi bebas, coping stress, disensitisasi, narasi, cognitive restructuring serta modeling perilaku. Terapi tersebut dapat diterapkan sebagai salah satu bentuk pencegahan penularan virus Corona.

Ranah psikologi berkaitan dengan Covid 19 meliputi tiga komponen yaitu subjek terpapar Covid 19, perawat Covid 19, dan anggota keluarga dari orang yang terpapar Covid 19. Ketiga komponen ini dapat dibedakan satu persatu secara otonom, tetapi ketiganya tidak dapat dipisahkan secara sendiri-sendiri dalam upaya penyembuhan terpapar virus Covid 19. Seluruh komponen ini berperan membentuk kristalisasi equilibrium psikologis yang mampu meredakan kekacauan dan mendorong secara efektif penyembuhan pasien Covid 19. 

Komponen ranah psikologis meliputi :
Subjek terpapar Covid 19 (Pasien)
Secara umum, Covid 19 telah mengkhawatirkan dan menakutkan masyarakat di seluruh Dunia. Diberitkan pula bahwa lansia merupakan kelompok rentan terinfeksi, terlebih lagi Covid 19 dapat menimbulkan hal fatal bila pasien memiliki penyakit penyerta. Akan tetapi, aspek psikologi memiliki peran penting dalam membangitkan semangat, motivasi, dan tekad menuju penyembuhan. Sangat penting diperhatikan bagaimana pasien tidak putus asa, depresi, dan stress. Aspek psikologis dapat berupa dorongan internal dan eksternal. Aspek internal menyangkut dorongan dari diri pasien sendiri, dan aspek eskternal meliputi dorongan dari perawat dan lingkungan anggota keluarga.

Baca Juga : Viral Jenazah Dibawa Pulang Motor Tossa, RSUD Panti Waluyo Angkat Suara

Perawat:
Perawat memiliki peran besar dalam mendorong kesembuhan pasien Covid 19. Perawat bukan saja sekedar menjalankan prosedur pelayanan, baik standar maupun prima. Melainkan mereka juga berperan sangat besar dalam memberikan layanan psikologis terhadap pasien. Aspek layanan standar mencakup pelayanan asupan untuk meningkatkan imunitas pasien, memfasilitasi pasien untuk berjemur dibawah terik matahari pagi secara berkala, dan memberikan terapi lainnya terhadap pasien. Aspek psikologis meliputi komunikasi interpersonal sejenis konseling dalam upaya membangkitkan semangat, motivasi, dan tekad pasien untuk sembuh. Bahkan, perhatian fisik pun tidak terlepas dari aspek psikologis. Setiap sentuhan merupakan stimulus yang menghasilkan respon. Stimulus dan respon ini menjadi ukuran-ukuran psikologis dalam melihat perkembangan pasien menuju kesembuhan.

Keluarga:
Keluarga menjadi komponen paling utama dalam menciptakan equilibrium psikologis. Pada lingkungan keluarga pasti terpatri secara kuat dan terpancar secara melimpah aspek cinta dan kasih sayang. Subjek ini merupakan modal psikologis yang paling fundamental. Bisa dikatakan keintiman keluarga merupakan segalanya. Keluarga pasti tergerak secara spontan bila menjumpai dari salah seorang anggota keluarga terpapar Covid 19. Spontanitas ini dilandasi cinta dan kasih sayang. Anggota keluarga pasti terjun langsung dalam perawatan anggota keluarga yang terpapar Covid 19. Bentuk tindakan dapat beragam mencakup terjun langsung sebagai perawat secara bergiliran, memberikan bantuan material dan finansial, dan bantuan-bantuan lainnya. Hal yang tidak bisa dianggap remeh dari keluarga mencakup support psikologis secara tulus dengan penuh rasa kasih sayang. Sisi terakhir ini berupa dukungan emosional keluarga bahkan dapat dikatakan sebagai paling esensial dalam memberikan dukungan psikologis bagi kesembuhan pasien Covid 19.

Penulis : Imam Ghazali, S.Kep.,Ns
Akademisi dan Praktisi Keperawatan

 

Topik
imam ghazali

Segala opini, saran, pernyataan, jasa, penawaran atau informasi lain yang ada pada isi/konten adalah tanggungjawab penulis bukan JatimTIMES.com.
Kami berhak menolak atau menyunting isi konten yang tidak sesuai dengan kode etik penulisan dan kaidah jurnalistik.
Kami juga berhak menghapus isi/konten karena berbagai alasan dan pertimbangan dan tidak bertanggungjawab atas kegagalan atau penundaan penghapusan materi tersebut.

Berita Lainnya