Dwi Indriani Manurug, Mahasiswi Magister di Fakultas Biologi UGM
Dwi Indriani Manurug, Mahasiswi Magister di Fakultas Biologi UGM

Gejala nyata dari infeksi virus corona atau yang dikenal sebagai covid-19 selalu ditandai dengan batuk kering. Hal ini yang membuat banyak orang selalu dihantui ketakutan, khawatir, dan bahkan menaruh curiga apabila kita atau rekan, dan keluarga mengalami batuk kering. Padahal batuk kering tidak selalu covid-19, kecurigaan tersebut wajar terjadi karena ketidakpahaman.

Apabila ketidapahaman ini terus berlanjut akan dapat menyebabkan stress. Berdasarkan hal tersebut perlu adanya edukasi yang lebih mendalam terkait perbedaan batuk yang disebabkan oleh Covid-19 dengan flu biasa, agar tidak terjadi kekhawatiran bahkan stress yang menimbulkan penyakit lain.

Persamaan Flu Biasa dengan Covid-19

Baca Juga : Tafsir Sufistik Syaikh Abu Abbas Al-Mursyi atas Hadis Tujuh Golongan

Kekhawatiran yang dirasakan masyarakat bisa dipahami karena adanya persamaan gejala antara flu biasa dengan covid-19. Dilansir dari laman johns Hopskins Medicine, Flu dan Covid-19 memiliki beberapa gejala yang hampir mirip seperti; demam dan batuk kering (Kompas.com 14/03/2020). 

Batuk kering tidak selalu identik terpapar corona (covid-19), kemiripan gejala-gejalayang ditimbulkan oleh flu biasa dengan covid-19 memang sangat identik. 

Batuk karena Flu Biasa 

Batuk kering yang disebabkan oleh influenza, menurut Disease Control and Prevention (CDC) sering terjadi secara tiba-tiba dapat sembuh dalam kurun  waktu yang relatif singkat berkisar kurang dari 2 minggu. 

Ciri lain dari batuk yang disebabkan oleh flu biasa selalu disertai dengan gejala umum seperti nyeri pada bagian wajah terutama bagian hidung, bersin-bersin, hidung tersumbat, mata gatal dan keluarnya cairan atau lendir dari hidung, sebagaimana dilansir dalam artikel AdventHelth (10/03/2020). 

Menurut Javaid, orang yang terinfeksi virus corona (covid-19) dapat dilihat dari jenis batuk yang dialaminya. “Batuk kering merupakan batuk yang kami sebut sebagai batuk yang tidak produktif, karena tidak menghasilkan dahak. Batuk kering akan membawa masalah besar, tetapi akan lebih bahaya lagi jika batuk kering disertai dengan demam tinggi yang terjadi secara terus menerus,” ungkap Javaid.

Ciri batuk yang disebakan oleh virus corona (Covid-19).

Menurut WHO, gejala umum dari virus corono (covid-19) adalah demam, batuk kering juga menjadi gejala yang paling sering terjadi, sekitar dua pertiga (67,7 %) penderita mengalami batuk kering. 

Pada kesempatan yang berbeda menurut Dr. Sarah Jarvis, yang dikutip pada artikel Patientaccess.com menjelaskan, bahwa batuk akibat infeksi virus corona (covid-19) umumnya besifat batuk kering yang terjadi secara terus-menerus (GRIDHELTH.Id 05/05/2020).

Baca Juga : Orang Tua Turut Andil Menambah Tekanan pada Peserta Didik Saat Ujian Online

Selain itu menurutnya, batuk kering yang  diakibatkan oleh infeksi virus corona (covid-19) tidak terjadi hanya sekali-duakali saja. Contoh lain, seperti kalau kita berdehem akibat ada sesuatu yang tersangkut di tengorokan kita. Gejala lain dari terinfeksi covid-19 juga disertai dengan sesak nafas pada penderita hampir (18,6 %), sakit pada bagian tengorokan (13,9 %) dan mengalami sakit kepala berkisar (13,6%).

Jika batuk kering yang dialami seseorang dengan disertai gejala demam tinggi, sesak nafas, tengorokan sakit. Sebaiknya disarankan segera mendatangi pusat kesehatan atau rumah sakit rujukan yang telah disediakan oleh pemerintah untuk melakukan pengecekan segera.

Edukasi Untuk Masyarakat 
Deteksi dini yang dilakukan akibat infeksi covid-19 dapat menyelamatkan seseorang dari kematian, bahkan lebih pentingnya deteksi dini dapat memutus mata rantai penyebaran covid-19. Maka edukasi terhadap masyarakat terkait gejala batuk flu biasa dengan gejala dari virus corona sangat penting dilakukan.

* Penulis: Dwi Indriani Manurug sedang menempuh program Magister di Fakultas Biologi UGM dengan fokus penelitian tentang Fitokimia.