#Ronal Surya Aditya, S.Kep, Ns, M.Kep Dosen STIKes Kepanjen Malang
#Ronal Surya Aditya, S.Kep, Ns, M.Kep Dosen STIKes Kepanjen Malang

Organisasi Pendidikan, Keilmuwan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNESCO menyebutkan bahwa seluruh dunia terganggu kegiatan belajarnya dan terancam hak-hak pendidikan mereka di masa depan. 

Pemerintah mengimbau untuk bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah semasa pandemi virus corona ini. Untuk menekan penyebaran corona, sejak 16 Maret 2020 pemerintah memutuskan agar siswa-siswi dan mahasiswa belajar dari rumah. 

Beberapa kepala daerah di Pulau Jawa berinisiatif untuk menghentikan kegiatan belajar mengajar, sementara, bahkan beberapa universitas terkemuka menerapkan metode pembelajaran jarak jauh untuk membatasi kontak langsung menyusul wabah virus corona yang telah teridentifikasi di dalam negeri. 

Dua minggu lebih mahasiswa belajar dari rumah. Mulai muncul permasalahan yang mereka alami sehingga mereka tidak bisa maksimal. Sebetulnya mereka harus belajar dari ilmuwan seperti einsten, thomas alfa edison, dll., bahkan mereka belajar di rumah karena mereka ditolak oleh sekolah. Mahasiswa sekarang perlu belajar dari ilmuwan tersebut. Sehingga belajar di rumah untuk melejitkan potensi diri bukan memanjakan keinginan diri. 

Penulis akan merangkum bagaimana para ilmuwan belajar di rumah, sehingga mereka bisa menjadi manusia yang luar biasa.  

1. Albert Einstein 
Cara berbicaranya pada masa kecil tidak begitu menarik. Kemampuan berbahasa atau berbicaranya sangat lambat. Melihat kondisi itu orang tuanya sangat prihatin sehingga ia berkonsultasi dengan dokter.  

Karena kemampuan berbicaranya yang lambat membuatnya pernah gagal di sekolah dan “kepala sekolah menyarankan agar ia keluar dari sekolah. tentu saja ia memberontak kepada sekolah yang mengusirnya dan menganggapnya sebagai anak yang sangat bodoh”. 

Pada masa kecil, Einstein adalah anak yang baik dan ia punya karakter suka “menolong”, karakter ini membuatnya makin cerdas.  
Albert Einstein adalah seorang anak yang mempunyai latar belakang Kehidupan yang “Lemah dan  keterbelakangan”. 

Bahkan ia dianggap sebagai anak yang bodoh dan lamban dalam belajar, menurut buku ini Albert Einstein mengalami kesulitan dalam berbicara. Namun apa yang menjadikan dia sebagai ilmuan Hebat akhirnya? 

Sekelumit cerita tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa “Perjuangan yang tiada henti, tidak baperan dan belajar otodidak” bisa dibayangkan seorang anak yang sulit berbicara namun pada akhirnya mampu berinteraksi dengan teman sebayanya??

Banyak orang menyangka ia gila ketika ia berusaha untuk berbicara layaknya anak normal lainnya, setiap hari ia hanya berjuang untuk berbicara sendiri, berpidato sekeras-kerasnya. pelajaran penting yang perlu anda petik yaitu cara belajar berbicara dan berbahasa bisa melalui keinginan yang kuat untuk latihan terus menerus. 

Belajar secara otodidak/belajar mandiri nah ini yang sulit dijalankan oleh anak-anak di jaman sekarang, mereka lebih terpaku pada pelajaran di sekolah, dan ketika pulang maka hal lain yang dikerjakan misalnya Have Fun bersama teman-teman sebaya, sungguh keadaaan yang miris. Albert Einstein mengkhususkan waktunya setiap hari untuk belajar dan melakukan percobaan-percobaan sederhana. 

Studi From Home memaksa kita untuk berada di rumah. Pesan yang kita ambil dari Einstein agar kita bisa melejitkan diri adalah  
a. Tolonglah orang-orang sekitar kalian meskipun itu hal kecil bagi kalian 
b. Jangan baperan saat anda dicaci maki/distigma 
c. Lakukan hobi yang tertunda kalian dan jangan menyerah saat gagal 
d. Belajar otodidak untuk mendalami ilmu yang kalian dalami 
e. Gunakan waktumu untuk membaca  

2. Thomas Alfa Edison 
Ia belajar bagaimana cara menemukan lampu. Sebelum lampu pertamanya menyala ia “melakukan 5.000 eksperimen yang selalu berakhir dengan kegagalan”. Namun cara berpikir yang dimiliki oleh Thomas Alfa Edison “sangatlah positif dan tahan banting”, ini membawanya kepada kreativitas tingkat tinggi.  

Belajar dari “Rasa Ingin Tahu” yang tinggi hal yang sangat menginspirasi adalah pribadi Thomas Alfa Edison mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi sehingga ia banyak lakukan kesalahan yang koyol dan bahkan dibilang gagal dimana ketika ia dengan rasa ingin tahu yang tinggi hendak mengerami telur-telur ayam, menunggu sampai ia tertidur dan akhirnya telur ayam tersebut pecah bukan karena menetas ehehehehe… semangat belajar dan praktek langsung ini memberikan kontribusi penting bagi anda saat melakukan Studi From Home. 

Positif Thinking dan tahan banting, Thomas Alfa Edison menjadi seorang yang tunarunggu/kehilangan pendengarannya. Namun anda harus salut bagaimana ia tetap berjuang menghasilkan karya-karya yang berguna bagi jutaan orang didunia. Ia justru bersyukur dengan tidak adanya pendengaran ia lebih berkonsentrasi dengan belajar dan bereksperimen.  
Thomas mengajarkan kepada kita semua bahwa kita saat di rumah harus semakin : 
a. Rasa ingin tahu yang tak terbelunggu 
b. Tahan banting / tidak mudah menyerah 
c. Positif thingking  
d. Tidak terpuruk dengan kondisinya 


3. Isaac Newton 
Lahir di Woolsthorpe-Lincolnshire, Inggris. Ia adalah seorang fisikawan, matematikawan, ahli astronomi, filsuf alam, alkimiwan, dan teolog yang berasal dari Inggris. 

Isaac Newton kehilangan ayahnya ketika tiga bulan sebelum lahir kedunia, dan kehilangan ibunya ketika ibunya menikah lagi. Ia pun lahir premature, kurang Kasih Sayang. Ia dibesarkan oleh neneknya dan dituntut menjadi petani waktu itu. 

Di usia yang muda ia mempunyai tekad yang kuat. Anda bisa bayangkan betapa jiwa juangnya sangat kuat ia bisa bersikap tegar ditengah masalah kehidupannya dan tetap berkarya pelajaran penting yang anda petik yaitu Isaac Newton selalu belajar dari segala hal yang ia temui dan yang menjadi dasar penting yaitu Beriman kepada Tuhan dan mentaati Perintah orang tuanya. Ini menjadi pelajaran penting bagi kaum milenial sekarang ini. Yang sedang menjalankan SFH.  

Isaac Newton pun tidak menyia-nyiakan waktunya/ sikap menunda-nunda waktu. Kita sering kali suka menunda-nunda waktu yang sebenarnya bisa untuk dilakukan hari ini ditunda ke besok hari dan seterusnya. Belajar dari seorang Ilmuan Muda ini yang disetiap tempat ia belajar walaupun bukan dibangku sekolah. Apalagi kaum milenial yang diberikan kesempatan bersekolah.. sebenarnya harus lebih giat lagi…. 

Sabar dan tidak mudah putus asa di tengah-tengah keterpurukan ia menjadi orang yang tegar untuk terus belajar, sabar dan ini menjadi motivasi kuat untuk orang-orang di luar sana yang sementara berjuang. 
Newton seandainya masih hidup sekarang beliau akan berpesan kepada kita bahwa : 
a. Syukuri kehidupan kalian 
b. Punya tekat yang kuat 
c. Belajar dari apapun, tidak sombong 
d. Tidak menyia-nyiakan waktu 
e. Memanfaatkan waktu untuk meningkatkan potensi diri 

4. Charles Darwin 
Lahir tanggal 12 Februari 1809 di Shropshire, Inggris. Ia anak ke-lima Robert Waring Darwin. Ia belajar sesuai dengan kurikulum berbahasa Yunani Klasik. Ia tidak memperlihatkan prestasi yang bagus secara akademik.  

Kemudian ia mengambil jurusan kedokteran tetapi tidak banyak memperoleh kemajuan. Untuk itu ia melakukan usaha lain agar bisa maju. Ayahnya menyarankan Darwin untuk menjadi pendeta dan belajar di Christ’s College untuk belajar teologi.  

Tetapi ia juga tidak memperoleh kemajuan, ia malah senang berburu dan permainan menembak. Ternyata Darwin mempunyai minat dalam mengoleksi tanaman, serangga, dan benda-benda geologi. Ia tertarik dengan bakat berburu sepupunya William Darwin.  

Darwin mengembangkan minatnya dalam serangga dan spesies langka. Naluri ilmiah Darwin didorong oleh Alan Sedgewick, seorang ahli bumi, dan juga didorong oleh John Stevens Henslow, seorang professor botany.  

Darwin kemudian menjadi naturalist (pencinta alam) dan ikut melakukan ekspedisi dengan HMS Beagle. Tim ekspedisi HMS Beagle berlayar dan mengunjungi banyak negeri di lautan Pasifik Selatan sebelum kembali ke Inggris melalui Tanjung Harapan Baik di Afrika Selatan, dalam rangka mengelilingi dunia. 

Darwin juga sangat dipengaruhi oleh pemikiran Thomas Malthus, dengan bukunya "Essay on the Principle of PopulationI". Buku tersebut mengatakan bahwa populasi seharusnya bertambah sesuai dengan batas persediaan makanan, kalau tidak maka akan terjadi persaingan untuk memperebutkan makanan.  

Setelah membaca buku ini, Darwin memfokuskan teorinya bahwa "The diversity of species centered on the gaining of food – food being necessary both to survive and to breed"- semua jenis spesies terfokus dalam memenuhi kebutuhan makanan dan makanan berguna untuk kelangsungan hidup dan untuk berkembang biak. 

Dari paparan di atas terlihat bahwa sukses seorang ilmuwan berskala dunia tidak jatuh dari langit, atau diperoleh saat kelahirannya. Kesuksesan sebagai ilmuwan diperoleh melalui proses kreatif (belajar kreatif) selama hidupnya. Proses SFH seharusnya membuat seseorang : 
a. untuk belajar dari alam 
b. Kenali bakat/Kesungguhan hati 
c. belajarlah sampai anda benar-benar mampu berkarya untuk tujuan kemanusiaan 

5. Leonardo Da Vinci 
Menurut penulis, Leonardo da Vinci belajar dari teori yang berasal dari nalurinya. Ia seorang pelukis terkenal yang sepanjang hidup ia belajar dari sang gurunya ia tidak pernah memprotes pelajaran yang diberikan gurunya. Namun ada hal yang ia lakukan yaitu dengan sendirinya ia terus belajar. Teori yang menurutnya baik untuk dipakai dalam lukisannya ia pakai, jika teori gurunya berlebihan makan ia sendiri secara diam-diam tidak memakai teori tersebut. 

“Emas yang terpendam dalam tumpukan batupun suatu saat akan terlihat juga”. Terlihat bijak juga seorang pelukis hebat ini. Kalau pelukis terkenal ini sibuk melukis bukan hanya tangan namun hati dan jiwanya juga seolah-olah melukis.  

Pelajaran yang kit petik dari Leonardo Da Vinci adalah meskipun di rumah belajar jangan pernah setengah hati, tapi maksimalkan dan jangan pernah menyerah. 

6. Bill Gates 
Salah seorang ilmuan modern penemu program Microsoft, menurut buku ini, Bill Gates mempunyai cara belajar yang  do it bit by bit, belajar sedikit demi sedikit. Anda setuju. 

Dosen andapun pernah berkata 5x2 lebih baik dari pada 2x5 artinya belajar lima kali sehari dalam jangka waktu dua jam dari pada belajar hanya dua kali dan dalam jangka waktu lima jam, sangat tidak berkualitas. 

Namun bagi anda belajar berapa lamapun tergantung fokus atau tidaknya. Jika lelah belajar bisa berhenti sejenak. 

Namun anda harus sepakat dengan Bill Gates bahwa target utama adalah penemuan dan berkarya. Menemukan maha karya bagi kemanusiaan. Sehingga SFH kalian bisa menjadi amal jariyah kalian.  

#Studyfrom home 
#Ronal Surya Aditya 
#belajardariilmuwan 
#covid-19