#Ronal Surya Aditya, S.Kep, Ns, M.Kep Dosen STIKes Kepanjen Malang
#Ronal Surya Aditya, S.Kep, Ns, M.Kep Dosen STIKes Kepanjen Malang

TIPS MENJAGA DIRI UNTUK ORANG DEWASA DI MASA PANDEMI COVID-19 
Menjadi orang tua tidaklah muda. ketika Anda menjadi orang tua, perawatan diri sering tidak diperhatikan karena fokus kepada anak, pasangan dan orang tua kita. Tetapi merawat diri sendiri bukanlah suatu keistimewaan/berlebihan, Ini penting. Selama masa pandemi corona, anak-anak, pasangan, orang tua, anggota keluarga lainnya di rumah mengalami stres memuncak, jadi perlu mempertimbangkan untuk mengutamakan diri sendiri sehingga mampu memberikan efek postif pada orang lain 
Mempunyai kesehatan fisik dan mental yang baik untuk diri sendiri tentunya akan berdampak terhadap kesehatan anggota keluarga kita. Jangan memaksakan diri untuk mengambil seluruh pekerjaan di rumah. Ajak anak, pasangan, orang tua dan anggota keluarga lainnya untuk bekerja sama sesuai dengan kemampuannya. Manfaatkan waktu untuk beristirahat dan mengevaluasi diri. Ajari mereka bagaimana hal-hal yang belum mereka pelajari tentang merawat rumah dan memecahkan masalah. 

Berikut adalah lima tips dari Penulis yang dapat membantu Anda 

1. LUANGKAN WAKTU UNTUK DIRI SENDIRI 
Saat ini, sebagian besar waktu pribadi dihabiskan untuk rutinitas sehari-hari, perjalanan, di kantor atau di toko, waktu sosial dengan teman-teman. dengan anak-anak di rumah. Kita harus sengaja menciptakan waktu untuk diri kita sendiri. Ini bisa terlihat seperti sholat malam, atau menentukan waktu untuk membaca atau menyendiri setelah anak-anak pergi tidur. Meluangkan waktu sendiri bukan berarti menarik sosial, tetapi lebih melakukan evaluasi diri dan menenangkan diri agar menjadi pribadi yang lebih baik kedepannya. 
2. PRIORITASKAN KESEHATAN 
Stres dan penurunan fungsi organ tubuh yang kita alami sekarang harus menjadi pertimbangan untuk memilih pola hidup yang sehat. Meskipun dalam kondisi pandemi virus corona, minimal kita bisa memilih apapun dengan memprioritaskan kesehatan kita. Sesuatu yang tidak sehat, awalnya akan terasa nikmat, tetapi dapat merusak dalam jangka panjang. “Pastikan Anda makan dengan benar, cobalah tidur yang cukup (tapi jangan terlalu banyak!), Dan buat jadwal rutin yang mencakup aktivitas fisik,” kata Jill Emanuele, PhD, seorang psikolog klinis di Child Mind Institute. Ini tidak berarti memaksa diri Anda untuk menjadi bugar, atau tidak makan es krim atau menonton acara favorit Anda. menjadi bijaksana dan cerdas tentang bagaimana memperlakukan diri sendiri dan tubuh Anda. 

3. JADILAH REALISTIS 
"Perfeksionisme dan coronavirus tidak berhubungan sama sekali," kata David Anderson, PhD, seorang psikolog klinis di Child Mind Institute. "Sudah waktunya untuk menjadi sangat realistis, baik di tempat kerja maupun sebagai orang tua." Hindari kejenuhan dengan menetapkan target/harapan yang realistis dan menyiapkan diri jika Anda tidak bisa mencapainya. "Latihlah memaafkan dan memaklumi terhadap diri sendiri bila tidak tercapai sesuai harapan," kata Dr. Anderson. Orang tua harus intropeksi diri, bahwa ini adalah masa yang belum pernah terjadi sebelumnya. “belum sempurnanya buku pedoman untuk ini. Ingat Anda melakukan yang terbaik selama masa yang sangat sulit. Kendurkan dirimu sedikit. ”. ini bukan permasalahan yang menimpa suatu negara, tetapi seluruh dunia. Semua orang juga menderita.  

4. BATASI INFORMASI YANG NEGATIF 
Kecemasan merajalela saat ini. Dengan begitu banyak kekhawatiran dan ketidakpastian melayang di sekitarnya, mudah untuk menyerap ketakutan dan kekhawatiran orang lain tanpa menyadarinya. Jika Anda memiliki teman atau anggota keluarga yang memiliki kebiasaan mengirim berita broadcast buruk atau cenderung mengirim pesan teks yang memicu kecemasan, jauhi perlahan hal tersebut. Kasih tahu mereka tentang tidak nyamannya anda, dengan berita tersebut Anda bersimpati, tetapi Anda sedang beristirahat dari berita yang mengkhawatirkan, atau cukup tekan tombol Jangan Ganggu/silent. Anda selalu dapat silaturahmi kembali ketika segalanya lebih tenang. 

5. BERHUBUNGAN KEMBALI DENGAN HAL-HAL YANG ANDA SUKAI 
Pikirkan secara proaktif hal-hal yang dapat Anda lakukan dengan waktu yang dipaksakan ini di rumah. Berhubungan kembali dengan hobi atau kegiatan yang Anda sukai tetapi jarang punya waktu untuk, atau membuat pilihan untuk mempelajari keterampilan baru. Mungkin ada proyek rajutan yang selalu ingin Anda coba, tetapi Anda terlalu sibuk. Atau Anda ingin mempelajari cara menjahit. Mungkin Anda suka teka-teki jigsaw tetapi dengan terburu-buru antara bekerja dan rumah dan merawat anak-anak, sudah bertahun-tahun sejak Anda punya waktu untuk melakukannya. Jika anak-anak kecil membuat kegiatan solo yang tidak realistis, cari kegiatan yang dapat Anda nikmati bersama, seperti membuat roti, atau membuat karya seni. Saling mengenal lebih dalam dengan masing-masing anggota keluarga adalah hal yang perlu di lakukan, karena sebelum pandemi, masing-masing orang terlalu sibuk dengan gadgetnya, sehingga keluarga kurang harmonis dan saling mengenal permasalahan yang terjadi. 

Penulis mengingatkan, bersikap baik kepada diri sendiri tidak hanya akan membantu Anda tetap tenang selama masa sulit ini, itu akan membantu memastikan Anda memiliki jangkauan yang luas untuk merawat keluarga Anda dengan baik. Saat anda posisi tidak fit/sehat dalam hal fisik atau pikiran akan mempengaruhi anggota keluarga lainnya, Tetapi ketika Anda memprioritaskan kebutuhan Anda, secara emosional dan fisik, itu berarti Anda akan berada dalam posisi untuk menawarkan kenyamanan dan kepedulian kepada orang lain ketika mereka sangat membutuhkannya. 
#Ronal Surya Aditya