Nurbani Yusuf
Nurbani Yusuf

Hari ini semua kita 'dipaksa bercadar’ setelah sekian bulan, sekian tahun ada yang menzalimi cadar dengan berbagai stigma yang kurang patut.

Semula perempuan bercadar dianggap membawa teror, sekarang berbalik yang tidak bercadar dianggap penyebar virus kematian.

Bahkan termasuk saya, dalam beberapa kali tulisan yang saya buat saya termasuk kelompok yang tidak ramah dengan cadar.

Berbagai alasan dikemukakan untuk menampik cadar dari soal budaya dan tradisi Arab, hanya dipakai isteri nabi ketika hendak ke toilet, karena faktor lingkungan Arab yang berdebu atau laki-laki Arab yang kerap tak tahan dan bernafsu kalau liat perempuan, hingga alasan gender dan diskriminasi atas kaum perempuan.

Tidak hanya itu, perempuan bercadar juga kerap menerima intimidasi, persekusi dan perlakuan buruk termasuk dianggap perempuan tradisional yang merendahkan dirinya di hadapan kaum maskulin hingga disebut perempuan fanatik, radikal, fundamentalis, hingga teroris.

Pendek kata 'sehelai kain’ yang dipakai untuk menutup mulut dan hidung bisa bikin seantero negeri heboh. Polisi ketakutan, para politisi kebingungan, aktivis feminisme terus mencela. Para penggede negara paranoid . Berbagai cara dilakukan untuk membendung laju para perempuan bercadar ini agar tidak terus membesar.

Para petinggi negeri tak kalah garang. Perempuan bercadar seperti pesakitan bahkan lebih sadis dianggap bersalah sebelum terbukti bersalah, azas praduga tak bersalah hanya slogan.

Hari ini koronavirus seperti menampar muka. Yang kemarin anti cadar sekarang malah buat edaran memaksa siapapun yang keluar rumah harus pakai cadar, bahkan diancam denda bagi yang ‘mokong’ tak mau pakai cadar, meski dengan model yang sangat buruk, tidak sedap dipandang karena kering sentuhan fashionable.

Ironisnya, cadar yang semula hanya disyariatkan terhadap kaum feminin sekarang malah ngawur, kaum Maskulin juga dipaksa pakai cadar, meski tak pantas, termasuk saya kemanapun pergi pakai cadar. Ini memang Tuhan sedang mengajak bercanda dan menertawakan siapapun yang pernah persekusi dan membully cadar.

Tuhan saya minta ampun atas kesombonganku melecehkan syariatMu.

@nurbaniyusuf
Komunitas Padhang Makhsyar