Siapa Eksis Diterjang Wabah | Jatim TIMES

Siapa Eksis Diterjang Wabah

Apr 05, 2020 12:19
Nurbani Yusuf
Nurbani Yusuf

Petani di simpang jalan, pembangunan pertanian berbasis kebutuhan perut.

Saya pernah puji setinggi langit petani bunga. Baik potong atau hias, juga petani agribisnis lainnya yang kemudian saya sebut petani rasional (rational peasent).

Dan saya pernah rendahkan petani penanam padi, penanam jagung atau ketela sebagai petani tradisional yang sulit diajak berubah maju (tradisional peasent).

Mungkin saya terpengaruh analisis James C. Scoot tentang pemberontakan petani di Pattani. Sehingga saya mengagungkan petani rasional dan merendahkan petani tradisional.

Realitasnnya ‘petani rasional’ adalah petani paling ringkih dan mudah terpuruk di saat krisis. Sekilas mungkin terlihat dinamis, modern dan cepat kaya. Tapi tak cukup punya daya imun ketika wabah atau situasi krisis menyerang. Mereka cepat oleng dan rawan bangkrut.

Terlalu naif jika klasifikasi rational peasent dan tradisional peasent didasarkan atas jenis tanaman, seperti pernah digagas James C. Scoot itu. Saya justru tertarik dengan pola pikir dan kebiasaan-kebiasaan petani ketika mengambil keputusan yang berdampak langsung terhadap perilaku petani.

Meski diakui menyasar perilaku petani, tidaklah mudah. Termasuk menjelaskan kebiasaan ‘Savety First’, prinsip dahulukan selamat yang mengakar kuat dikalangan petani tradisional.


Prinsip ‘dahulukan selamat’ adalah kuat di tengah krisis. Sebab orang tak akan beli bunga atau tanaman hias lainnya di tengah krisis tapi mencari beras, ketela atau makanan pokok lainnya yang mengenyangkan.

Tradisional-peasent’ inilah yang nyata-nyata tangguh dan eksis, meski tak pernah mendapat perlakuan baik.  Kebijakan yang drskriminatif dan anggaran negara yang tidak berpihak bahkan cenderung diabaikan dan tidak dihitung. Sementara para petani tradisional tetap membalas dengan padi yang pulen, ketela yang meddhug dan pisang yang manis. Mereka tak pernah merepotkan negara.

Bisa saja situasi wabah ini menjadi laboratorium untuk menguji: prospek petani macam apa yang tahan uji dan cepat recovery, sebagai bahan evaluasi dan dasar pijakan pengambilan kebijakan pembangunan pertanian berbasis kebutuhan perut.

@nurbaniyusuf
Ketua gabungan kelompok tani ‘Gapoktan Rawis’ Kota Batu

Topik
Opini Nurbani Yusuf

Segala opini, saran, pernyataan, jasa, penawaran atau informasi lain yang ada pada isi/konten adalah tanggungjawab penulis bukan JatimTIMES.com.
Kami berhak menolak atau menyunting isi konten yang tidak sesuai dengan kode etik penulisan dan kaidah jurnalistik.
Kami juga berhak menghapus isi/konten karena berbagai alasan dan pertimbangan dan tidak bertanggungjawab atas kegagalan atau penundaan penghapusan materi tersebut.

Berita Lainnya