Muhammad SAW Versus Thomas Hobbes | Jatim TIMES

Muhammad SAW Versus Thomas Hobbes

Mar 31, 2020 16:04
Nurbani Yusuf
Nurbani Yusuf

Dua model melawan wabah: 
Nabi saw menawarkan lockdown yaitu karantina wilayah, isolasi sosial, dan hidup bersih. Thomas Hobbes tawarkan Herd Immunity: Membiarkan semua penduduk dilahap wabah Cofid-19. Jadi semua kita disilakan mencari selamat sendiri-sendiri melalui mekanisme seleksi alam. Survival of the fittest.

Orang-orang elit dan kelas menengah atas adalah yang paling rentan mati diserang Cofid-19, karena komunitas lifestyle dan traveling. Sejak lama, para ahli semisal Dr Craig menyatakan bahwa mortality rate virus ini adalah dua persen. Jadi, peluang kita untuk bisa bertahan hidup dari serangan Cofid-19 adalah 98/100. Pastikan saja kita tidak termasuk yang dua persen itu. Lalu, berapa dua persen orang Indonesia? Sekarang penduduk kita sekitar 270 juta. Kalau skenario herd immunity benar-benar tega dijalankan, maka yang akan mati adalah sekitar 4,5 juta orang. Atau sekitar seluruh penduduk Singapura.

Ketika negara lain melakukan karantina wilayah, negara kita malah mengundang turis dengan berbagai diskon. Dan membiarkan Cofid-19 menyebar cepat menginfeksi ke beberapa wilayah dan provinsi. Mungkin karena sulit dan mahalnya itu maka herd immunity menjadi pilihan yang murah tapi efisien.

Itu pun kalau benar-benar dua persen saja yang mati. Sekarang, berdasarkan data Worldometer sampai dengan Sabtu sore ini, kasus positif coronavirus berjumlah 601.010, dengan tingkat kematian 27.432, atau 4,56 persen. Bagaimana kalau tingkat kematian herd immunity sampai 4,5 persen? Jumlahnya tinggal dikali dua. Maka, yang mati sekitar 12 juta orang. Jumlah yang mati akan lebih banyak daripada penduduk Jakarta.

Wabah bukan hal baru dan Nabi Muhsmmad SAW memberi banyak jurus bagaimana memutus mata rantai virus menular ini. Yang dijadikan rujukan semua negara dengan tidak  mengenal agama: baik Kresten, Hindhu, Budha bahkan atheis menggunakan anjuran Nabi ini. Lockdown dan karantina wilayah adalah cara jitu memutus rantai virus menular ini. Sayangnya sebagian umatnya malah tak mau patuh. Malah ikutan fatwa Thomas Hobbes sambil terus mencari pembenaran dengan alibi tawakal kepada Allah.

"Jika engkau mendengar wabah melanda suatu negeri, jangan memasukinya. Tetapi jika wabah itu menyebar di suatu tempat sedang engkau berada di dalamnya, jangan tinggalkan tempat itu". Mereka yang telah terinfeksi penyakit menular, harus dijauhkan dari yang sehat. Dalam formulasi lain disebutkan “Janganlah yang sakit dicampurbaurkan dengan yang sehat.”

Para ahli imunologi seperti Dr Anthony Fauci dan Dr Sanjay Gupta, tulisnya, menyatakan bahwa cara paling efektif untuk mengatasinya adalah dengan menjaga kebersihan, melakukan karantina, dan mengisolasi diri dari orang lain.


Herd Immunity bila benar diterapkan sesunguhnya kita akan benar-benar dibiarkan dilahap Cofid-19 tanpa pengawalan, semua kita melawan dan menyelamatkan diri sendiri tanpa kehadiran negara, semacam pengurangan populasi yang pernah ditawar Thomas Hobbes.  Jadi berhati hatilah, jangan mencelakakan diri dan orang lain karena sembrono. Sebab negara pasti tidak akan ‘ngereken’ bila proletar macam kita terpapar Corona !

Repost; 
@komunitas Padhang Makhsyar

Topik
Opini Nurbani Yusuf Muhammad SAW Thomas Hobbes

Segala opini, saran, pernyataan, jasa, penawaran atau informasi lain yang ada pada isi/konten adalah tanggungjawab penulis bukan JatimTIMES.com.
Kami berhak menolak atau menyunting isi konten yang tidak sesuai dengan kode etik penulisan dan kaidah jurnalistik.
Kami juga berhak menghapus isi/konten karena berbagai alasan dan pertimbangan dan tidak bertanggungjawab atas kegagalan atau penundaan penghapusan materi tersebut.

Berita Lainnya