free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Mookies, Rasa Manis dari Malang yang Lahir dari Tangan Tiga Mahasiswi Kreatif

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

01 - Aug - 2025, 18:12

Loading Placeholder
Mookies, UMKM Mochi, Cheesecake dan Cookies yang lahir dari tangan mahasiswa (Anggara Sudiongko/MalangTimes)

JATIMTIMES -  Bermula dari eksperimen tiga mahasiswi yang iseng mencoba membuat camilan rumahan, kini Mookies menjelma menjadi salah satu nama yang mulai dikenal di kalangan pencinta manis di Malang Raya. 

Di balik UMKM yang menghadirkan mochi, cheesecake, dan cookies dengan cita rasa khas ini, berdiri tiga sosok kreatif: Jesslyn Emmanuela Njoto Prawiro, Josephine Helena, dan Lidia Dwi Melissa, mahasiswi Program Studi Entrepreneurship Business Creation dari salah satu kampus swasta di Kota Malang.

Baca Juga : Karya Guru MIN 1 Kota Malang Warnai Antologi Pentigraf Nasional

Usaha ini tak dimulai dengan gemerlap atau strategi bisnis canggih. Sebaliknya, semuanya bermula dari niat sederhana dan percobaan yang penuh ketidaksempurnaan. “Awalnya kita pengin jual puding, tapi kok kayaknya terlalu biasa ya. Terus lihat tren mochi di TikTok, mochi cheesecake, mochi es krim, kayaknya menarik. Akhirnya kita coba bikin sendiri versi yang lebih terjangkau, isi lebih banyak, kulit lebih tipis. Nggak nyangka ternyata banyak yang suka,” cerita Jesslyn saat ditemui JatimTIMES.

1

Tak ada satu pun dari mereka yang berlatar belakang kuliner profesional. Resep mochi pertama kali mereka racik secara otodidak, berbekal tontonan video tutorial, eksperimen tanpa henti, dan umpan balik dari para teman. Prosesnya pun tak instan. Hampir satu semester mereka lalui dengan mencoba berbagai varian tekstur dan rasa.

“Kita bikin beberapa kali, sebulan bisa dua sampai tiga kali uji coba. Sambil kuliah, sambil terus revisi resep. Tapi dari situ kita jadi tahu apa yang disukai orang. Ada rasa puas juga ketika akhirnya banyak yang repeat order,” ujar Josephine, mengingat masa-masa awal perjuangan mereka.

Berbeda dengan mochi yang butuh banyak eksperimen, cheesecake mereka kembangkan lebih cepat. Hal ini tak lepas dari pengalaman salah satu anggota tim yang sempat mengikuti workshop khusus pembuatan cheesecake. 

Dari pelatihan tersebut, mereka mendapatkan resep dasar yang kemudian dimodifikasi sesuai karakter rasa yang diinginkan. Modal awalnya pun tergolong minim, sekitar Rp500.000, cukup untuk membeli bahan dasar serta biaya pelatihan.

Untuk tahap awal, mereka memanfaatkan sistem pre-order (PO). Strategi ini dianggap cukup aman karena bisa meminimalkan risiko kerugian dan menghindari kelebihan stok. Dengan PO, mereka juga bisa memetakan seberapa besar antusiasme pasar terhadap produk mereka.

“Dari PO kecil-kecilan, kita jadi tahu kapasitas produksi dan mulai ngerti cara mengatur waktu. Lama-lama, omzet per batch bisa sampai Rp2,5 juta,” ujar Lidia. Penghasilan tersebut kemudian dibagi rata untuk ketiganya, yang juga aktif berbagi tugas dalam produksi, pemasaran, hingga layanan pelanggan.

2

Kini, produk Mookies tak hanya terbatas pada mochi dan cheesecake saja. Mereka mulai mengembangkan varian cookies dengan rasa dan tekstur yang disesuaikan dengan lidah lokal. Rasa manisnya yang tidak berlebihan, tekstur lembut, dan tampilan yang estetik menjadi daya tarik tersendiri.

Baca Juga : Mas Ibin Pimpin Aksi Bersih Sungai, ASN Kota Blitar Turun Tangan untuk Lingkungan Sambut HUT RI ke-80

Pemasaran produk mereka pun mulai menjangkau lebih luas, khususnya di wilayah Kota dan Kabupaten Malang. Selain menerima pemesanan langsung, Mookies juga bisa diakses melalui platform digital seperti GoFood dan media sosial Instagram. Hal ini membuat pelanggan lebih mudah memesan kapan saja dan dari mana saja.

Yang menarik, kesuksesan Mookies tak lepas dari peran institusi kampus. Ketiganya aktif mengikuti program pembinaan kewirausahaan seperti Start-Up School (SS) dan Founders School (FS), yang memberikan berbagai pelatihan mulai dari pemasaran digital, pengelolaan keuangan, hingga strategi pelayanan pelanggan.

“Kami nggak cuma belajar jualan, tapi juga diajari bikin konten, copywriting buat promosi di Instagram, sampai teknik komunikasi yang baik sama konsumen. Itu semua sangat berpengaruh,” ujar Josephine.

Selain pembekalan teknis, semangat kolaborasi dan saling menguatkan juga menjadi kunci perjalanan bisnis ini. Meski harus berbagi waktu antara kuliah dan produksi, mereka tak menyerah dan terus konsisten menjaga kualitas rasa dan pelayanan. Bahkan, dari sekadar tugas kuliah, Mookies kini berkembang menjadi bisnis rintisan yang punya prospek menjanjikan.

Kini, Mookies bukan lagi sekadar proyek sampingan atau eksperimen kuliner. Ia tumbuh menjadi brand lokal yang mencerminkan semangat anak muda: kreatif, berani mencoba, dan pantang menyerah. Dari dapur kecil di Malang, rasa manis Mookies pelan-pelan mulai mengisi ruang kuliner Bumi Arema dan tak tertutup kemungkinan menembus pasar yang lebih luas.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---