JATIMTIMES - Sebanyak 371 siswa kelas IX MTsN 1 Kota Malang Angkatan 48 Astravera resmi dilepas dalam kegiatan Muwadda’ah Akhiris Sanah dan Gelar Prestasi Tahun Ajaran 2025/2026. Acara yang berlangsung khidmat, Selasa, (9/6/1016), itu menjadi penanda berakhirnya masa belajar para siswa sekaligus momentum refleksi atas capaian akademik dan nonakademik yang diraih selama tiga tahun terakhir.

Kepala MTsN 1 Kota Malang, Dra. H. Erni Qomarida, M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas perjalanan pendidikan yang telah dilalui para siswa. Ia menegaskan bahwa Angkatan 48 Astravera meninggalkan jejak prestasi siswa yang membanggakan bagi madrasah.
Baca Juga : Ratusan Pelajar SMP/MTs se-Jatim Ikuti BSJC-JL 2026 di UM, Ajang Cetak Talenta Bahasa Inggris Berbasis AI
“Selama tahun 2025/2026 telah diraih 1.176 prestasi, 98 prestasi tingkat internasional, 791 prestasi nasional, 120 prestasi provinsi, dan 167 prestasi kota. Tentunya ini adalah prestasi yang luar biasa yang ditorehkan dan diraih oleh ananda semua,” ujar Erni dalam sambutannya.

Tak hanya unggul di ajang kompetisi, capaian akademik siswa juga mendapat sorotan. Pada Tes Kemampuan Akademik (TKA), dua siswa meraih nilai sempurna 100 pada mata pelajaran matematika, sementara 11 siswa memperoleh nilai sempurna pada kemampuan literasi Bahasa Indonesia. Rata-rata nilai Bahasa Indonesia mencapai 84,24 dan matematika 62,2, yang disebut berada di atas rata-rata nasional maupun Jawa Timur.
Erni menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara siswa, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua yang selama ini mendampingi proses pendidikan di madrasah. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para wali murid yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada MTsN 1 Kota Malang.

Di hadapan para lulusan, Erni mengingatkan bahwa kelulusan bukan akhir perjalanan, melainkan awal memasuki fase pendidikan yang lebih tinggi. “Hari ini juga, ananda sebanyak 371 kami serahkan kembali kepada ayah bunda. Selamat dan sukses. Jalan di depan masih panjang, maka tetaplah berjalan dengan keteguhan hati, senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bawalah ilmu dan akhlak karimah yang sudah dibekali oleh bapak ibu guru,” katanya.
Ketua Komite MTsN 1 Kota Malang periode 2026–2029, Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, M.Ag., menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga kualitas karakter dan ketakwaan peserta didik.

“Kita bangun prestasi. Prestasi tidak hanya prestasi dunia, tetapi juga prestasi akhirat. Karena itu komite membersamai madrasah untuk mengantarkan anak-anak supaya berprestasi dunia akhirat,” ujar Kasuwi.
Ia juga mengingatkan pentingnya nilai-nilai yang dirangkum dalam jargon “PASTI”, yakni Prestasi, Akhlakul Karimah, Sinergi, Takwa, dan Inovatif, sebagai fondasi membentuk generasi yang cerdas sekaligus berintegritas.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, H. Ahmad Samton, SH., M.Ag., berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan di MTsN 1 Kota Malang. Menurutnya, semangat membaca dan mencari ilmu merupakan kunci kemuliaan seseorang.
“Jangan pernah berhenti membaca, jangan pernah berhenti belajar. Orang itu bisa mulia dengan senantiasa membaca,” ujar Ahmad Samton.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan batin dengan para guru. “Jangan pernah berkata ini guru saya dulu waktu madrasah. Sekali dia guru, maka dia adalah guru kita selama-lamanya yang harus kita takzimkan,” pesannya kepada para siswa.
Baca Juga : Komisi D DPRD Surabaya Minta Rencana Penertiban PKL Harus Ada Solusi Relokasi
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Ahmad Suruji Bahtiar, M.Pd.I., dalam sambutannya menekankan bahwa ilmu yang diperoleh selama belajar harus diamalkan dan memberi manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

“Belajar itu bukan hanya untuk mendapatkan ijazah. Belajar itu untuk menghilangkan kebodohan pada dirinya agar tidak tersesat dalam menjalani kehidupan,” ujarnya.
Ia mengutip pandangan Imam Al-Ghazali tentang pentingnya ilmu yang bermanfaat, yakni ilmu yang membuat seseorang semakin takut kepada Allah dan semakin rendah hati. Karena itu, ia berharap para lulusan tidak hanya mengejar kecerdasan akademik, tetapi juga membangun akhlak dan spiritualitas.
“Anak-anak kita ini generasi penerus yang akan memperjuangkan eksistensi negara ini. Hari ini mungkin mereka masih pelajar, tetapi 20 tahun mendatang mereka adalah calon-calon pemimpin yang akan menggantikan kita semua,” kata Ahmad Suruji.
Kegiatan Muwadda’ah Akhiris Sanah Angkatan 48 Astravera dihadiri sejumlah pejabat Kementerian Agama, pimpinan madrasah negeri di Kota Malang, pengurus komite, guru, tenaga kependidikan, serta orang tua siswa. Suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan ketika para siswa secara resmi dikembalikan kepada orang tua setelah menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun di MTsN 1 Kota Malang.
Dengan capaian prestasi yang menembus level internasional dan hasil akademik yang melampaui rata-rata nasional, Angkatan 48 Astravera meninggalkan catatan tersendiri dalam sejarah MTsN 1 Kota Malang. Madrasah berharap para lulusan dapat terus membawa nilai-nilai yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan dan menjadi generasi yang berprestasi, berakhlak, serta siap menghadapi tantangan masa depan.