free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Baru Berusia Sekitar 4 Bulan, Jalan JLS Rusak Tergerus Longsor

Penulis : Ashaq Lupito - Editor : Dede Nana

15 - Dec - 2024, 15:06

Loading Placeholder
Kondisi Jalan JLS yang terlihat mengalami kerusakan parah bahkan hingga memutus akses lalu lintas paska tergerus bencana longsor pada Rabu (11/12/2024). (Foto: Ashaq Lupito/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Provisional Hand Over (PHO) atau tanggal penyelesaian dan penyerahan pekerjaan selesai akses jalan pada Jalur Lintas Selatan (JLS) baru rampung pada Agustus 2024. Namun, pada Rabu (11/12/2024), akses jalan pada kawasan Kelok Sembilan sudah rusak tergerus longsor meski jalan tersebut baru berusia sekitar empat bulan.

"Kalau inikan masih baru PHO di Agustus kemarin, cenderung relatif baru," ujar Kasatker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Provinsi Jawa Timur (Jatim) Deny Purwa Indarsa kepada JatimTIMES.

Baca Juga : Insiden Pohon Tumbang di Wisata Beach Forest Situbondo, Pengelola: Tetap Buka dan Jamin Keamanan Pengunjung

Meski jalan relatif masih baru, namun Deny membantah jika kerusakan akses jalan di Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang tersebut disebabkan karena kualitas aspal yang kurang memadai. "Jadi kalau saya lihat, untuk yang di luar lokasi-lokasi yang longsor masih bagus aspalnya," tuturnya.

Sebaliknya, Deny menyebut, kerusakan yang mengakibatkan terputusnya akses lalu lintas di JLS tersebut murni disebabkan karena musibah. "Memang inikan bukan faktor aspalnya, tapi pondasi tanah di bawahnya," ujarnya.

Terkait hal ini, diakui Deny, pihak terkait yang membidangi termasuk Balai Geoteknik, Terowongan, dan Struktur (BGTS) masih akan melakukan pengujian di lokasi longsor. Tujuannya untuk mencari tahu penyebab sekaligus penanganan yang tepat paska terjadinya longsor.

"(Penyebab longsor) belum diketahui, masih perlu pengujian lebih lanjut dari BGTS," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, hujan terjadi sejak Selasa (10/12/2024) hingga Rabu (11/12/2024). Hujan kemudian mulai mengakibatkan terjadinya longsor pada Rabu (11/12/2024) dini hari.

Berdasarkan penanganan awal Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur - Bali, longsor terjadi di delapan titik pada ruas jalan pembangunan Bts. Blitar-Sp. 5 Purwodadi, Kabupaten Malang. Terparah, longsor terjadi di jalan JLS Kelok Sembilan, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.

Sehari kemudian, sejumlah pihak dan pejabat pemerintahan terkait termasuk Bupati Malang HM. Sanusi melakukan peninjauan ke lokasi longsor di JLS, Kamis (12/12/2024). Pada serangkaian agenda tersebut, sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim juga turut melakukan peninjauan.

Hasilnya, lokasi longsor bertambah menjadi 10 titik. Namun, hasil peninjauan tersebut masih harus menunggu dari ahli yang membidangi. Sehingga jumlah titik longsor maupun penyebab terjadinya bencana tersebut sementara belum bisa dipastikan secara pasti.

Baca Juga : Liburan Nataru di Kota Batu, BPBD Imbau Waspada Enam Potensi Bencana di Tempat Wisata Alam

"Saya tidak bisa pastikan kalau yang itu (longsor) karena penyebabnya apa. Tapi yang saya lihat, banyak sekali sumber-sumber air baru terutama di tebing-tebing, di lereng-lereng atas," bebernya.

Dijelaskan Deny, tebing yang ada di kawasan JLS tersebut bersusun. Yakni mulai dari tebing yang ada pada atas jalan, hingga tebing pada bawah jalan JLS. "Saya sama teman-teman (pejabat Pemerintah Provinsi Jatim) sudah identifikasi, kalau sementara dari kami ya karena sumber air itu. Cuma kalau untuk kepastiannya, nanti (menunggu hasil pengujian) teman-teman yang lebih ahli terkait dengan tanah," tuturnya.

Deny menyebut, potensi munculnya sumber air baru tersebut sejatinya sudah diantisipasi. "Dari desain sudah dilaksanakan, untuk prediksi itu pastinya sudah diantisipasi oleh desainer. Seperti inikan masih normal, tapi yang di bawah itu bisa keluar sumber air baru. Nah itu yang mungkin di luar prediksi itu tadi," ujarnya.

Deny memperkirakan, pada desain awal pembangunan JLS juga telah dilakukan uji geolistrik. Yakni termasuk untuk mendeteksi aliran di permukaan bumi.

"Kalau geolistrik rasanya sudah ada dari desain awalnya. Tapi kalau di dalam tanah, kami tidak bisa memastikan. Memang ada pengujiannya, ada hasilnya. Tapi yang namanya (bencana, red) alam ya kami tidak mengerti (kapan terjadinya)," pungkasnya.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Ashaq Lupito

Editor

Dede Nana

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---